Kolase BYD dan Tank. (Dok. BYD/GWM Tank)
INDOZONE.ID - BYD resmi menggugat Chang Yao, CEO Tank (sub-merek Great Wall Motor), atas dugaan pelanggaran online. Chang sudah menghilang sejak Juli dan tidak bisa dihubungi, sementara sidang bakal digelar Pengadilan Internet Beijing pada akhir September.
Laporan mengutip Carnewschina, Rabu (10/9), Pengadilan Internet Beijing mengumumkan bahwa BYD melayangkan gugatan perdata terhadap Chang Yao. Persidangan akan dilakukan jarak jauh di Ruang Sidang 42, sekitar akhir September.
Namun, karena Chang tidak muncul dan akun medsosnya dibekukan sejak 24 Juni, pengadilan akhirnya memproses perkara lewat pengumuman publik.
"30 hari setelah pengumuman dianggap sudah sah disampaikan," tulis pemberitahuan itu.
Setelahnya, ada waktu 15 hari untuk mengajukan pembelaan.
Baca juga: GWM Tank 300 Diesel Punya 2 Varian, Ini Fitur dan Teknologi yang Wajib Kamu Tahu!
Hilangnya Chang Yao bertepatan dengan investigasi antikorupsi internal di Great Wall Motor. Sampai sekarang, statusnya sebagai CEO Tank masih belum jelas. Upaya menghubungi BYD maupun Great Wall Motor juga belum membuahkan respons.
Baca juga: Adu Harga GWM Ora 03 vs BYD Atto 1 dan Wuling Air EV: Siapa Paling Murah Saat Ini?
Catatan publik menunjukkan Chang lulus dari Universitas York pada 2005. Ia bergabung dengan Great Wall Motor pada 2022, sempat menjabat Direktur Senior Operasi Pengguna, lalu naik menjadi Wakil Manajer Umum Tank pada 2024, hingga akhirnya ditunjuk CEO pada Mei 2025.
Tank, sub-merek off-road Great Wall Motor, saat ini punya jajaran model Tank 300, 400, 500, hingga 700. Namun penjualannya tengah melambat.
Dalam delapan bulan pertama 2025, total penjualan hanya 143.700 unit, turun 4,88% dibanding periode sama tahun lalu.
Belum ada sinyal resmi apakah hilangnya Chang akan memicu pergantian kepemimpinan. Namun kasus hukum yang menjeratnya jelas membuat industri otomotif menaruh perhatian besar pada sidang bulan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina