Teknologi Symmetrical All-Wheel Drive (SAWD) adalah jantung performa Subaru. (Dok. Subaru Indonesia)
INDOZONE.ID - Musim hujan sering jadi momok buat pengemudi di Indonesia. Salah satu bahaya paling umum adalah aquaplaning, yaitu saat ban kehilangan cengkeraman karena genangan air di jalan, membuat mobil susah dikendalikan.
Data Korlantas Polri 2024 mencatat lebih dari 103 ribu kecelakaan lalu lintas, dengan lebih dari 23 ribu korban meninggal dunia. Dari angka itu, ribuan di antaranya terjadi di jalan basah atau licin.
Melihat kondisi itu, Subaru Indonesia menawarkan solusi lewat rangkaian Subaru Core Technology, yang terdiri dari Symmetrical All-Wheel Drive, Boxer Engine, Subaru Global Platform, dan Subaru EyeSight Driver Assist Technology.
Teknologi Symmetrical All-Wheel Drive (SAWD) adalah jantung performa Subaru. Sistem penggerak empat roda permanen ini menyalurkan tenaga secara seimbang ke seluruh roda, memastikan mobil tetap stabil di berbagai kondisi jalan.
Berbeda dari sistem AWD biasa, layout SAWD milik Subaru dibuat simetris dan terintegrasi dengan Subaru Boxer Engine, mesin dengan pusat gravitasi rendah. Kombinasi keduanya bikin mobil terasa seimbang, responsif, dan punya traksi kuat saat melewati jalan licin atau berkelok.
Hasilnya, membuat kendaraan tetap mudah dikendalikan bahkan saat hujan deras, dan pengemudi bisa tetap percaya diri di balik kemudi.
Baca juga: Subaru Kini Dibekali Fitur Anti Tidur dan Jok Anti Pegal
Selain sistem penggerak, semua mobil Subaru dibangun di atas Subaru Global Platform, yakni struktur bodi yang 70% lebih kuat dari generasi sebelumnya. Rangka kokoh ini bukan cuma bikin mobil lebih aman, tapi juga lebih nyaman dikendarai.
Kekakuan sasis membantu mengurangi getaran dan suara bising, memberi pengalaman berkendara yang lebih tenang dan stabil di segala kondisi jalan.
Untuk melengkapi aspek mekanis, Subaru punya teknologi EyeSight Driver Assist. Sistem ini menggunakan dua kamera stereo dan satu kamera mono yang berfungsi seperti mata manusia.
EyeSight bisa mendeteksi kendaraan, objek, atau pejalan kaki di depan, lalu memberi peringatan atau bahkan melakukan pengereman otomatis lewat fitur seperti Pre-Collision Braking, Adaptive Cruise Control, dan Lane Departure Warning.
Menurut data National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), EyeSight mampu mengurangi risiko kecelakaan hingga 65%—angka yang menunjukkan efektivitas teknologi ini dalam menjaga keselamatan pengemudi.
Arie Christopher, CEO Subaru Indonesia, menegaskan bahwa keselamatan bukan cuma fitur, tapi bagian dari filosofi Subaru.
“Keselamatan selalu menjadi inti dari filosofi Subaru. Melalui rangkaian teknologi seperti Symmetrical All-Wheel Drive, Boxer Engine, Subaru Global Platform, dan EyeSight, kami berkomitmen menghadirkan kendaraan yang aman dan menyenangkan untuk dikendarai,” ujar Arie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Subaru Indonesia