Ilustrasi Airbag (honda.co.jp)
INDOZONE.ID - Meskipun wujudnya hanya terlihat seperti kantung kain yang tersembunyi di balik setir atau dashboard, airbag atau kantung udara merupakan salah satu teknologi paling mutakhir dalam aspek keselamatan otomotif.
Komponen ini dirancang untuk bekerja dalam hitungan sepersekian detik, guna mencegah benturan langsung antara tubuh penumpang dengan bagian keras interior mobil saat terjadi kecelakaan.
Namun, tahukah kamu bahwa proses di balik mengembangnya airbag melibatkan reaksi kimia dan perhitungan sensor yang sangat kompleks?
Memahami cara kerja dan fungsinya secara mendalam, akan membuat kamu lebih menghargai pentingnya fitur ini di jalan raya.
Tampilan airbag eksternal di mobil Subaru Levorg generasi kedua (photo/Subaru)
Proses bekerjanya airbag dimulai jauh sebelum kamu menyadari terjadinya tabrakan. Berikut adalah urutan mekanismenya secara teknis:
Mobil modern dilengkapi dengan berbagai sensor yang diletakkan di titik strategis, seperti bagian depan, samping, dan pintu.
Sensor ini bertugas mendeteksi perlambatan kecepatan secara ekstrem atau tekanan fisik akibat benturan.
Sensor tidak akan memicu airbag, jika kamu hanya mengerem mendadak secara normal, ia hanya akan bereaksi jika gaya benturan setara dengan menabrak penghalang beton pada kecepatan sekitar 16–24 km/jam atau lebih.
Begitu sensor mendeteksi benturan hebat, sinyal listrik segera dikirimkan ke otak sistem yang disebut Airbag Control Unit.
Baca juga: Indikator Airbag Menyala? Jangan Abaikan, Ini Risiko Bahaya dan Penyebabnya!
Di sini, sistem akan menganalisis data dalam hitungan milidetik untuk memutuskan apakah airbag perlu dikembangkan atau tidak, serta sisi mana saja yang harus keluar (misalnya hanya bagian depan, atau termasuk curtain airbag di samping).
Setelah keputusan diambil, sistem akan mengirimkan arus listrik ke bagian igniter (pemantik) yang berada di dalam modul airbag.
Arus ini memicu reaksi kimia dari bahan bernama Sodium Azide.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000