Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 MEI 2026 • 17:30 WIB

Jarang Dipahami, Begini Cara Kerja Airbag Mobil beserta Fungsi yang Harus Diketahui!

Jarang Dipahami, Begini Cara Kerja Airbag Mobil beserta Fungsi yang Harus Diketahui!Ilustrasi Airbag (honda.co.jp)

INDOZONE.ID - Meskipun wujudnya hanya terlihat seperti kantung kain yang tersembunyi di balik setir atau dashboard, airbag atau kantung udara merupakan salah satu teknologi paling mutakhir dalam aspek keselamatan otomotif.

Komponen ini dirancang untuk bekerja dalam hitungan sepersekian detik, guna mencegah benturan langsung antara tubuh penumpang dengan bagian keras interior mobil saat terjadi kecelakaan.

Namun, tahukah kamu bahwa proses di balik mengembangnya airbag melibatkan reaksi kimia dan perhitungan sensor yang sangat kompleks?

Memahami cara kerja dan fungsinya secara mendalam, akan membuat kamu lebih menghargai pentingnya fitur ini di jalan raya.

Bagaimana Cara Kerja Airbag Saat Terjadi Benturan?

Jarang Dipahami, Begini Cara Kerja Airbag Mobil beserta Fungsi yang Harus Diketahui!Tampilan airbag eksternal di mobil Subaru Levorg generasi kedua (photo/Subaru)

Proses bekerjanya airbag dimulai jauh sebelum kamu menyadari terjadinya tabrakan. Berikut adalah urutan mekanismenya secara teknis:

1. Deteksi oleh Sensor Benturan (Crash Sensors)

Mobil modern dilengkapi dengan berbagai sensor yang diletakkan di titik strategis, seperti bagian depan, samping, dan pintu.

Sensor ini bertugas mendeteksi perlambatan kecepatan secara ekstrem atau tekanan fisik akibat benturan.

Sensor tidak akan memicu airbag, jika kamu hanya mengerem mendadak secara normal, ia hanya akan bereaksi jika gaya benturan setara dengan menabrak penghalang beton pada kecepatan sekitar 16–24 km/jam atau lebih.

2. Pengiriman Sinyal ke ACU (Airbag Control Unit)

Begitu sensor mendeteksi benturan hebat, sinyal listrik segera dikirimkan ke otak sistem yang disebut Airbag Control Unit.

Baca juga: Indikator Airbag Menyala? Jangan Abaikan, Ini Risiko Bahaya dan Penyebabnya!

Di sini, sistem akan menganalisis data dalam hitungan milidetik untuk memutuskan apakah airbag perlu dikembangkan atau tidak, serta sisi mana saja yang harus keluar (misalnya hanya bagian depan, atau termasuk curtain airbag di samping).

3. Reaksi Kimia pada Inflator

Setelah keputusan diambil, sistem akan mengirimkan arus listrik ke bagian igniter (pemantik) yang berada di dalam modul airbag.

Arus ini memicu reaksi kimia dari bahan bernama Sodium Azide

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jarang Dipahami, Begini Cara Kerja Airbag Mobil beserta Fungsi yang Harus Diketahui!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!