Ilustrasi Indikator Airbag Menyala (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Indikator airbag menjadi salah satu lampu peringatan penting di dashboard yang tidak boleh dianggap sepele.
Saat lampu airbag atau indikator SRS (Supplemental Restraint System) menyala, itu menandakan ada gangguan pada sistem keselamatan mobil, baik pada airbag, seatbelt, sensor benturan, maupun rangkaian kelistrikannya.
Masalahnya, jika dibiarkan, airbag bisa gagal mengembang saat kecelakaan terjadi.
Padahal, komponen ini dirancang untuk melindungi kepala, leher, dan dada pengemudi maupun penumpang dari benturan keras.
Karena itu, ketika indikator airbag menyala, prinsipnya harus safety first, segera cek, jangan tunggu sampai terlambat.
Baca juga: Filter Bensin Mobil Kotor Bikin Boros Bensin? Kenali Tandanya
Berdasarkan berbagai laman otomotif yang sudah INDOZONE himpun, Selasa (5/05/2026) airbag bekerja dengan bantuan sensor benturan yang terhubung ke modul kontrol.
Saat mobil mengalami tabrakan dengan intensitas tertentu, sensor akan mengirim sinyal agar kantung udara mengembang dalam hitungan milidetik.
Lampu indikator airbag yang menyala bukan berarti airbag akan meledak sendiri, melainkan sistem sedang memberi tahu bahwa ada error pada perangkat keselamatan tersebut.
Dengan kata lain, mobil tetap dapat berjalan, tetapi sistem perlindungan saat kecelakaan bisa jadi tidak bekerja normal.
Baca juga: 6 Tanda Radiator Rusak Sebelum Mesin Mobil Overheat
Berikut penyebab indikator Airbag menyala, sebagaimana sudah INDOZONE rangkum dari berbagai laman.
Salah satu penyebab paling umum ada pada clock spring, yaitu kabel spiral di belakang setir yang menghubungkan airbag kemudi, tombol klakson, hingga kontrol setir ke modul utama.
Baca juga: Fungsi Link Stabilizer dan Tanda Kerusakannya, Jangan Abaikan Jika Mobil Terasa Oleng!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daihatsu, Suzuki Indonesia, Auto 2000