Ilustrasi Oli Mesin Mobil Menjadi Lumpur (Freepik)
INDOZONE.ID - Oli mesin mobil menjadi lumpur dapat menimbulkan masalah serius pada kendaraan. Saat teksturnya berubah menjadi kental, fungsi utama oli sebagai pelumas dan pendingin tidak lagi optimal.
Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat, suhu mesin naik, dan umur mesin bisa lebih cepat aus.Kondisi ini umumnya terjadi karena kurangnya perawatan atau penggunaan oli yang tidak sesuai.
Oleh karena itu, penting memahami penyebabnya agar kerusakan bisa dicegah sejak dini.
Berikut beberapa penyebab oli mesin mobil menjadi lumpur yang perlu diperhatikan:
Baca juga: Kapan Waktu Ganti Oli Transmisi Mobil? Perhatikan Interval Waktunya Supaya Tetap Terawat!
Penyebab paling umum oli mesin mobil menjadi lumpur adalah keterlambatan penggantian oli. Oli yang digunakan terlalu lama akan mengalami oksidasi akibat suhu tinggi dan tercampur sisa pembakaran. Endapan ini lama-kelamaan berubah menjadi lumpur.
Idealnya, oli diganti setiap 10.000 km atau 6 bulan, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Penggunaan oli berkualitas rendah atau palsu juga dapat mempercepat perubahan tekstur menjadi kental.
Oli yang tidak memenuhi standar tidak memiliki aditif pembersih yang cukup, sehingga mudah terdegradasi saat mesin bekerja.
Suhu mesin yang terlalu tinggi dapat merusak struktur kimia oli. Overheating membuat oli cepat menggumpal dan membentuk residu pekat.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah pada sistem pendingin seperti radiator bocor atau kekurangan coolant.
Masuknya air atau cairan pendingin ke dalam oli dapat mengubah teksturnya menjadi seperti lumpur. Hal ini sering terjadi akibat kerusakan gasket atau retakan pada mesin.
Campuran ini menghasilkan emulsi kental yang berbahaya bagi komponen mesin.
Baca juga: Efek Telat Ganti Oli Mobil yang Sering Diremehkan Pengemudi Muda Kayak Kamu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Toyota.astra.co.id