Jok Hyundai Palisade Hybrid 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Hyundai Motors Indonesia memastikan langkah pencegahan telah dilakukan menyusul kasus kursi elektrik Hyundai Palisade yang sempat menjadi sorotan di Amerika Serikat. Perusahaan menyebut pembaruan perangkat lunak kendaraan kini sudah berjalan di Indonesia melalui sistem over the air (OTA).
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan proses pembaruan dilakukan secara praktis tanpa mengharuskan pemilik kendaraan datang ke bengkel.
“Kita sudah melakukan yang namanya pembaharuan software. Karena itu mudah sekali kok, kita melakukannya itu melalui over the air atau OTA,” kata Fransiscus seperti yang dikutip ANTARA.
Pembaruan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pada mekanisme kursi elektrik, menyusul insiden yang terjadi di pasar Amerika Serikat. Hyundai Indonesia menyebut sebagian besar unit yang terdampak kini telah menerima pembaruan sistem.
Baca juga: Hyundai Palisade Ditarik dari Pasar Amerika karena Masalah Kursi
“Ini sudah berjalan dan sudah sekitar hampir lebih dari setengah itu sudah ter-update secara programnya. Apabila sudah ter-update programnya makanya mobil itu dinyatakan aman,” kata Fransiscus.
Sebelumnya, Hyundai melakukan recall terhadap puluhan ribu unit Palisade di Amerika Serikat setelah muncul laporan terkait mekanisme kursi elektrik. Kasus itu mendapat perhatian luas setelah seorang balita dilaporkan meninggal dunia akibat terjepit kursi elektrik Hyundai Palisade pada Maret 2026.
Dalam laporan tersebut, sensor kursi disebut tidak mampu mendeteksi objek sehingga kursi tetap melipat.
Meski demikian, Hyundai memastikan hingga kini belum ada laporan kejadian serupa di Indonesia. Fransiscus pun menilai kondisi tersebut patut disyukuri.
“Tapi kan kita juga patut bersyukur ya, karena sampai dengan saat ini kan di Indonesia tidak ada kasus, hanya di Amerika,” ujarnya.
Baca juga: Hyundai Kenalin Pleos Connect, Apa Bedanya dari Android Auto?
Hyundai juga mengklaim terus memberikan informasi kepada pelanggan terkait proses penanganan yang dilakukan perusahaan. Selain itu, pembaruan perangkat lunak tersebut dipastikan masih masuk dalam cakupan garansi kendaraan.
“Kita melakukan penanganan dan kita memberitahu ke pelanggan bahwa ini masih dalam garansi dan dalam penanganan kita. Jadi tidak perlu khawatir dengan itu,” kata Fransiscus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA