Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 JULI 2026 • 15:13 WIB

Pabrikan Kendaraan Komersial Adaptasi ke B50, Operator Soroti Biaya Perawatan

Pabrikan Kendaraan Komersial Adaptasi ke B50, Operator Soroti Biaya PerawatanBahan bakar diesel B50. (ESDM)

INDOZONE.ID - Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lestari Adnan, menyatakan bahwa sejumlah pabrikan mesin dan kendaraan komersial telah menyesuaikan spesifikasi produknya agar kompatibel dengan penggunaan biodiesel B50, seperti yang dikutip dari ANTARA.

Pemerintah Indonesia resmi menerapkan biodiesel B50 pada awal Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sejalan dengan kebijakan tersebut, produsen kendaraan mulai melakukan penyesuaian teknologi mesin untuk menjaga performa kendaraan.

“Untuk teknologi engine, khususnya beberapa pabrikan sudah menyesuaikan bus-bus mereka dengan BBM B50,” kata Kurnia Lestari Adnan kepada ANTARA.

Meski demikian, penggunaan B50 menuntut perawatan kendaraan yang lebih intensif. Salah satu penyesuaiannya adalah penggantian filter bahan bakar yang dilakukan lebih sering dibanding sebelumnya untuk menjaga kinerja sistem bahan bakar. Selain itu, usia komponen seperti fuel pump dan fuel injector dinilai menjadi lebih pendek.

Baca juga: Mengenal Solar B50: Spesifikasi, Angka Setana, hingga Dampaknya pada Mesin Diesel Modern

“Pastinya tidak akan mencapai penghematan, malah kami lebih sering mengganti fuel filter bahkan umur komponen kompresi seperti fuel pump, fuel injector lebih cepat haus,” lanjut dia.

Kendaraan dengan teknologi Exhaust Gas Recirculation (EGR) juga memerlukan pembersihan komponen secara lebih berkala. Sementara itu, kendaraan yang menggunakan sistem Diesel Exhaust Fluid (DEF) membutuhkan pemantauan sistem pembuangan agar tetap bekerja secara optimal.

Menurut Kurnia, operator bus juga mulai menyesuaikan penggunaan pelumas dengan spesifikasi yang memiliki kemampuan perlindungan dan pembersihan mesin lebih baik untuk mendukung performa mesin berbahan bakar B50.

Meski penyesuaian tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional akibat kenaikan kebutuhan pelumas dan komponen perawatan, pelaku industri memandangnya sebagai bagian dari proses adaptasi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: B50 Segera Diterapkan, Mobil Diesel Lama Perlu Perawatan Ekstra

Di sisi lain, implementasi B50 dinilai menjadi momentum bagi industri otomotif nasional untuk terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi mesin yang lebih adaptif terhadap bahan bakar nabati. Kolaborasi antara pemerintah, pabrikan, dan pelaku usaha transportasi diharapkan dapat memastikan implementasi B50 berjalan lancar sekaligus mendukung target kemandirian energi nasional dan pengurangan emisi di sektor transportasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pabrikan Kendaraan Komersial Adaptasi ke B50, Operator Soroti Biaya Perawatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!