Ilustrasi BBM (Dok. Antara)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa baru saja mengisi bensin penuh, tapi jarum indikator sudah turun dengan cepat padahal jarak yang ditempuh belum terlalu jauh?
Mobil yang mendadak boros bahan bakar tentu sangat mengganggu anggaran bulanan.
Namun, sebelum menyalahkan harga BBM yang naik, ada baiknya kamu memeriksa kondisi kendaraan dan gaya berkendara sendiri.
Kabar baiknya, mengatasi mobil boros itu sebenarnya gampang kalau kamu tahu apa yang harus diperbaiki. Mari kita bedah penyebab utamanya beserta solusi praktis agar mobilmu kembali irit!
Ilustrasi servis mobil. (Dok. Auto2000)
Penyebab paling umum dari pemborosan BBM adalah kondisi mesin yang tidak prima. Ketika komponen di dalam mesin kotor, proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Akibatnya, mesin harus membakar lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Masalah ini biasanya bersumber dari filter udara yang tersumbat debu, busi yang sudah mulai aus, atau tumpukan karbon di ruang bakar.
Udara yang terhambat masuk membuat perbandingan bahan bakar dan oksigen tidak seimbang, sehingga bensin terbuang sia-sia.
Baca juga: Mobil Dipakai Perjalanan Jauh? Ini Risikonya Kalau Lupa Servis
Lakukan servis berkala secara rutin. Jangan malas untuk mengganti filter udara jika sudah kotor dan pastikan busi dalam kondisi optimal.
Melakukan tune-up atau pembersihan saluran bahan bakar secara berkala akan sangat membantu mengembalikan efisiensi mesin seperti baru.
Ilustrasi mengecek ban mobil. (Freepik.)
Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa ban adalah faktor kunci dalam efisiensi BBM. Ketika tekanan angin pada ban kurang dari standar, permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih lebar.
Hal ini menciptakan gaya gesek atau hambatan gulir yang lebih besar. Mesin dipaksa bekerja ekstra keras hanya untuk memutar roda yang "berat" tersebut. Ibarat mengayuh sepeda dengan ban kempes, tenaga yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada saat ban terisi penuh
Baca juga: Penyebab Tekanan Angin Ban Kendaraan Cepat Berkurang, Simak Selengkapnya!
Jadi, cek tekanan ban setidaknya seminggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan tekanannya sesuai dengan rekomendasi pabrikan (biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitsubishi Motors