INDOZONE.ID - Banyak pemilik mobil terbiasa mematikan AC sebelum mematikan mesin karena dipercaya dapat menjaga usia aki dan mencegah mobil sulit dinyalakan.
Kebiasaan ini telah lama dikenal di kalangan pengguna kendaraan. Namun, seiring berkembangnya teknologi otomotif, muncul pertanyaan apakah cara tersebut masih relevan untuk mobil modern.
Memahami cara kerja sistem kelistrikan, termasuk hubungan antara AC dan aki, dapat membantu pemilik kendaraan merawat mobil berdasarkan penjelasan teknis, bukan sekadar kebiasaan lama.
Baca juga: Kenapa AC Mobil yang Terlalu Dingin Bisa Bikin Bensin Lebih Boros? Ini Jawabannya
Mitos ini muncul karena AC dianggap menambah beban aki saat mesin pertama kali dinyalakan. Ketika mobil distarter, aki harus memasok daya ke motor starter sehingga semakin banyak perangkat listrik yang aktif, semakin besar pula kebutuhan dayanya.
Anggapan ini memang cukup relevan pada mobil keluaran lama yang sistem kelistrikannya masih sederhana. Namun, pada mobil modern, pengelolaan kelistrikan sudah jauh lebih canggih sehingga pengaruhnya tidak lagi sebesar dulu.
Pada mobil modern, sistem elektronik umumnya akan menunda kerja kompresor AC hingga proses starter selesai sehingga beban aki saat mesin dinyalakan tetap terkendali.
Karena itu, lupa mematikan AC sebelum mematikan mesin umumnya tidak lagi berdampak besar. Yang lebih berpengaruh terhadap performa kendaraan justru kondisi aki dan kesehatan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Ketahanan aki lebih ditentukan oleh kondisi dan perawatannya dibanding kebiasaan mematikan AC sebelum mesin.
Aki yang sudah menua tetap akan mengalami penurunan performa, sedangkan aki yang masih prima umumnya mampu bekerja normal meski AC masih menyala saat mesin dimatikan.
Oleh karena itu, pemeriksaan kondisi aki dan sistem pengisian daya secara berkala jauh lebih penting untuk menjaga masa pakainya.
Meski tidak terlalu memengaruhi usia aki, mematikan AC sebelum mesin tetap dapat menjadi kebiasaan yang baik.
Langkah ini membantu sistem pendingin bekerja lebih bertahap saat mobil kembali dinyalakan dan membuat proses mematikan kendaraan terasa lebih teratur.
Walaupun manfaatnya tidak signifikan, kebiasaan tersebut juga tidak menimbulkan dampak negatif sehingga masih banyak pengemudi yang memilih melakukannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wuling.id