Tips aman berkendara saat di jalan tol. (Pixabay/Markus Spiske)
INDOZONE.ID - Jalan raya sering kali menjadi panggung di mana ego dan kesabaran para pengemudi diuji. Di antara berbagai manuver berkendara, menyalip atau mendahului kendaraan lain adalah salah satu aktivitas yang paling sering memicu gesekan, klakson berkepanjangan, hingga kecelakaan fatal jika dilakukan secara ceroboh.
Banyak pengendara menganggap menyalip hanyalah soal menginjak pedal gas sedalam-dalamnya dan memanfaatkan celah sempit. Padahal, mendahului kendaraan lain memiliki aturan main dan tata krama tersendiri yang wajib dipatuhi demi keselamatan bersama.
Biar kamu tidak dicap sebagai pengemudi yang arogan dan membahayakan orang lain, yuk pahami 3 etika penting saat menyalip di jalan raya yang wajib kamu praktikan!
Ilustrasi marka jalan garis putih dan garis kuning. (Dok. Free)
Etika paling mendasar yang sering diabaikan adalah membaca rambu dan kondisi garis di permukaan aspal. Sebelum memutuskan untuk menambah kecepatan dan berpindah lajur, pastikan kamu berada di area yang legal secara hukum lalu lintas.
Jika markah jalan di tengah berupa garis lurus tanpa putus, itu adalah tanda mutlak bahwa kamu dilarang keras untuk menyalip. Biasanya garis ini dipasang di area rawan seperti tikungan tajam, tanjakan, atau menjelang jembatan, di mana jarak pandang kamu sangat terbatas.
Baca juga: Sudah Tahu Belum? Ini Perbedaan Lajur dan Jalur yang Jarang Dipahami Pengendara
Kamu baru diperbolehkan menyalip ketika markah jalan sudah berubah menjadi garis putus-putus, dengan catatan situasi di depan memang benar-benar aman dan lengang.
Ilustrasi lampu sein di mobil. (freepik)
Lampu sein diciptakan sebagai alat komunikasi antar-pengemudi di jalan raya. Sayangnya, tidak sedikit pengendara yang menyalakan lampu sein bersamaan dengan momen mereka memutar setir, atau bahkan tidak menyalakannya sama sekali.
Tindakan ini sangat berbahaya karena tidak memberikan waktu bagi kendaraan di belakang maupun di depan untuk mengantisipasi pergerakan mobilmu.
Baca juga: 5 Penyebab Lampu Sein Mobil Mati yang Bikin Bahaya di Jalan, Wajib Tau!
Etika yang benar adalah menyalakan lampu sein kanan beberapa detik sebelum kamu mengeksekusi manuver. Ini memberikan sinyal yang jelas kepada kendaraan di belakang agar tidak ikut menyalip, sekaligus memberi tahu kendaraan di depan bahwa kamu akan mengambil lajurnya.
Jika dirasa perlu, kamu bisa memberikan kedipan lampu jauh (dimmer) sekali atau klakson singkat sebagai ketukan permisi sebelum melewati samping kendaraan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000