Ilustrasi berkendara saat hujan. (Freepik/EyeEm)
INDOZONE.ID - Mengendarai kendaraan saat hujan deras membutuhkan kewaspadaan ekstra karena jalan menjadi jauh lebih licin dari kondisi normal.
Dalam situasi ini, sering beredar berbagai saran di kalangan pengemudi terkait cara meningkatkan daya cengkeram ban agar tidak mudah tergelincir.
Salah satu yang paling umum adalah mengurangi tekanan angin ban agar terlihat sedikit lebih kempis, dengan anggapan hal tersebut dapat memperbesar bidang kontak ban dengan jalan.
Namun, anggapan ini keliru dan termasuk mitos yang justru berpotensi membahayakan keselamatan.
Baca juga: Kenapa Rem Mobil Bunyi Decit Saat Hujan? Ini 3 Penyebab Utamanya
Anggapan bahwa ban yang sedikit dikurangi tekanannya akan melebar dan meningkatkan daya cengkeram hanya berlaku pada kondisi jalan kering.
Pada permukaan jalan basah atau tergenang air, penurunan tekanan justru dapat mengubah bentuk fleksibilitas ban secara merugikan.
Dinding ban yang menjadi lebih lunak membuat bagian tengah tapak tampak melengkung ke dalam sehingga tidak menempel sempurna pada aspal.
Perubahan bentuk ini dapat menutup alur-alur pembuangan air pada ban yang seharusnya berfungsi mengalirkan air ke luar.
Akibatnya, air hujan yang terperangkap di bawah roda tidak dapat terbuang dengan baik dan akhirnya menumpuk di area kontak ban dengan permukaan jalan.
Ketidakmampuan alur ban membuang air dapat memicu kondisi berbahaya yang dikenal sebagai aquaplaning.
Saat kendaraan melintas di genangan, ban dengan tekanan udara rendah tidak mampu memecah lapisan air dengan baik.
Akibatnya, ban terangkat oleh tekanan air dan kehilangan kontak dengan permukaan aspal.
Dalam sekejap, kendaraan meluncur di atas air tanpa traksi, sehingga kemudi dan rem tidak berfungsi optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000