Ilustrasi jas hujan yang awet dan berkualitas. (Blibli)
INDOZONE.ID - Memasuki musim penghujan di tahun 2026 ini, jas hujan menjadi perlengkapan yang paling sering keluar-masuk bagasi motor kamu.
Sayangnya, banyak pengendara yang mengeluh jas hujannya cepat getas, muncul jamur, atau bahkan robek di bagian selangkangan meski baru dipakai beberapa bulan.
Padahal, jas hujan yang berkualitas bisa bertahan bertahun-tahun jika dirawat dengan benar. Agar kamu tidak perlu bolak-balik beli yang baru, yuk simak 5 cara merawat jas hujan motor supaya tetap awet dan anti-sobek yang wajib kamu perhatikan!
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah, langsung melipat jas hujan saat masih dalam kondisi kotor setelah menembus hujan.
Air hujan mengandung zat asam, dan seringkali membawa cipratan pasir atau lumpur dari jalanan.
Zat asam dan kotoran ini jika dibiarkan mengering, akan merusak lapisan coating anti-air (waterproof) pada jas hujanmu.
Biasakan untuk langsung membilas jas hujan dengan air bersih mengalir setelah sampai di tujuan, untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran dan polusi yang menempel.
Ilustrasi vespa matic terpapar sinar matahari. (Freepik)
Mungkin kamu berpikir, menjemur di bawah matahari terik akan membuatnya lebih cepat kering. Padahal, panas matahari yang menyengat justru musuh utama bahan jas hujan (terutama bahan PVC atau karet).
Baca juga: Dear Pengendara, Ini 6 Jenis Jas Hujan yang Harus Kamu Punya untuk Menghadapi Musim Hujan!
Suhu panas yang berlebih akan membuat material jas hujan menjadi kaku dan cepat pecah-pecah (getas). Cukup angin-anginkan jas hujan di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
Jika kamu ingin lebih cepat kering, kamu bisa mengelapnya dengan kain kanebo atau mikrofiber yang lembut.
Ilustrasi jas hujan yang awet dan berkualitas. (Blibli)
Jika jas hujanmu sangat kotor dan berbau, jangan sekali-kali mencucinya menggunakan deterjen bubuk atau cairan pembersih yang keras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda