Ilustrasi transmisi mobil matic. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Mobil bertransmisi matic banyak dipilih karena menawarkan kemudahan dan kenyamanan saat digunakan, terutama di tengah lalu lintas perkotaan.
Meski begitu, masih banyak pengemudi yang tanpa sadar melakukan kebiasaan yang berisiko mempercepat kerusakan transmisi.
Padahal, komponen ini memiliki sistem yang cukup rumit dan membutuhkan cara penggunaan yang tepat.
Kesalahan sederhana, seperti mengoperasikan tuas transmisi secara tidak benar, dapat mempercepat keausan dan berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Karena itu, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat mengemudikan mobil matik.
Kebiasaan ini membuat torque converter bekerja lebih berat sehingga suhu transmisi meningkat. Jika berlangsung terus-menerus, panas berlebih dapat menurunkan kualitas oli transmisi dan mempercepat keausan komponen di dalamnya.
Dalam kondisi yang lebih parah, kerusakan pada kopling internal bisa terjadi dan membutuhkan perbaikan besar.
Selain itu, perubahan tekanan pada sistem juga dapat memengaruhi pembacaan sensor sehingga kinerja unit kontrol transmisi terganggu.
Akibatnya, mobil bisa masuk ke limp mode, yang membuat performanya menurun, termasuk saat melewati tanjakan.
Memindahkan tuas ke posisi N saat mobil masih melaju dapat mengganggu proses pelumasan pada komponen transmisi. Jika dilakukan berulang, gesekan antarkomponen berpotensi meningkat dan mempercepat keausan.
Kebiasaan ini sering dilakukan dengan anggapan dapat menghemat bahan bakar saat menuruni jalan.
Padahal, pada mobil matik modern, sistem injeksi umumnya sudah mengurangi bahkan menghentikan suplai bahan bakar secara otomatis ketika pedal gas dilepas.
Karena itu, risiko kerusakan transmisi jauh lebih besar dibanding manfaat penghematan bahan bakar yang diperoleh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia