Ilustrasi servis mobil listrik. (Dok. Geely Auto Indonesia.)
INDOZONE.ID - Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Ir. Agus Purwadi, MT, menilai prosedur penanganan darurat pada mobil listrik perlu menjadi perhatian serius para produsen kendaraan listrik. Menurutnya, mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dibanding mobil konvensional sehingga membutuhkan panduan khusus ketika terjadi kondisi darurat.
Agus Purwadi menjelaskan bahwa kompleksitas sistem kelistrikan dan baterai pada mobil listrik membuat pengguna membutuhkan pemahaman tambahan, terutama saat kendaraan mengalami mati total di situasi berbahaya.
“Mobil listrik berbeda dengan mobil konvensional, baik dari pengenalan produknya maupun pemahamannya. Karena itu setiap produsen mestinya memberikan panduan prosedur emergensi,” ujarnya.
Ia mencontohkan seperti prosedur keselamatan pada pesawat yang selalu tersedia di depan kursi penumpang. Menurutnya, mobil listrik juga perlu dilengkapi panduan singkat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika kendaraan mengalami gangguan.
Baca juga: Mobil Listrik Ditinggal Mudik, Pakar Otomotif Sarankan Tak Lepas Aki
Agus menilai panduan tersebut penting agar pengguna tidak panik dan mengetahui cara mengantisipasi sistem kendaraan yang bisa saja terkunci ketika baterai atau kelistrikan bermasalah.
“Jangan sampai nanti malah mengunci sistem yang ada. Mekanismenya harus jelas dan setiap pabrikan perlu mengeluarkan prosedur emergensi,” katanya.
Dalam kondisi darurat, terutama ketika kendaraan berada di lokasi berisiko seperti perlintasan rel kereta, Agus menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.
“Kalau sudah di atas rel, waktunya sangat krusial. Prioritasnya segera keluar, evakuasi, dan memberi tahu pihak terkait,” jelasnya.
Menurutnya, upaya melakukan reset sistem atau menyalakan kembali kendaraan justru bisa membuang waktu ketika situasi sudah genting. Karena itu, pengguna disarankan fokus pada penyelamatan diri dibanding mempertahankan kendaraan.
Baca juga: Dorong Kendaraan Ramah Lingkungan, AISMOLI Minta Subsidi Motor Listrik 2026
Agus juga menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang mudah dipahami pengguna. SOP tersebut harus menjelaskan kapan pengemudi masih bisa mencoba mengevakuasi kendaraan dan kapan harus segera meninggalkan mobil demi keselamatan.
Ia menambahkan bahwa kondisi panik sering kali membuat pengemudi sulit mengambil keputusan secara tepat.
“Kalau sudah panik itu agak sulit mengendalikan situasi. Jadi SOP penting supaya orang tahu apa yang harus dilakukan,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara