INDOZONE.ID - Pabrikan otomotif asal Italia, Ferrari, bersiap menapaki babak baru industri lewat kehadiran Luce, mobil listrik pertama kreasi mereka.
Sebagaimana dilaporkan Drive Australia pada Senin, Ferrari Luce diindikasikan bakal menjadi kendaraan listrik paling mahal di Australia.
Status premium tersebut disematkan lantaran harga mobil ini diperkirakan menyentuh angka 550.000 euro, atau setara dengan Rp10,17 miliar.
Baca juga: Ferrari Masuk Era EV, Luce Hadir dengan Desain Futuristis dan 5 Kursi
Dengan estimasi harga tersebut, Ferrari Luce akan berada di segmen premium yang melampaui harga sebagian besar lini reguler Ferrari saat ini, termasuk model Purosangue berkabin empat pintu dan Ferrari 12Cilindri bermesin V12.
Meski detail spesifikasi teknisnya masih disimpan rapat oleh manajemen Ferrari, mobil listrik perdana ini dirumorkan hadir dalam bentuk grand tourer berkapasitas lima penumpang dengan gaya bodi liftback.
Mobil ini juga dikabarkan menawarkan tingkat kepraktisan yang lebih tinggi dibandingkan model Ferrari lainnya, termasuk hadirnya dua titik ISOFIX untuk kursi anak, menjadikannya salah satu Ferrari paling ramah keluarga yang pernah dibuat.
Dari aspek konsep dan estetika desain, Luce dirancang untuk tetap menjaga identitas serta karakter khas Ferrari yang kuat, meskipun kini beralih sepenuhnya ke sistem penggerak bertenaga listrik.
Langkah ini menjadi strategi krusial bagi Ferrari dalam merespons pergeseran tren industri otomotif dunia yang kian gencar menuju era kendaraan rendah emisi.
Hal menarik lainnya, pihak pabrikan menegaskan bahwa kepemilikan Luce tidak akan dijadikan sebagai instrumen atau syarat bagi konsumen untuk bisa membeli model edisi terbatas maupun hypercar masa depan mereka.
Kebijakan penjualan ini mendobrak tren di kalangan pabrikan mobil mewah yang biasanya mewajibkan pembelian mobil listrik demi mendapatkan akses ke model eksklusif.
Ferrari juga mengonfirmasi bahwa teknologi listrik tidak akan menggantikan sepenuhnya mesin bensin dan hybrid, melainkan berjalan beriringan.
Baca juga: BYD Mulai Lirik Formula 1, Siap Tantang Ferrari dan Mercedes?
Perusahaan berlogo Kuda Jingkrak ini mengestimasi mobil listrik akan menyumbang 20 persen dari total penjualan mereka pada akhir dekade ini, sementara porsi terbesar sisanya tetap ditopang oleh varian hybrid dan mesin pembakaran internal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA