mobil listrik (dragonflyenergy.com)
INDOZONE - Mobil listrik semakin populer seiring dengan perkembangan teknologi dan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang lebih bersih. Namun, keberhasilan mobil listrik tidak lepas dari peran penting baterai yang digunakan untuk menyimpan daya.
Baterai mobil listrik harus kompak, mampu mengisi daya dengan cepat, serta memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mendukung perjalanan jarak jauh.
Artikel ini akan membahas jenis-jenis baterai yang paling umum digunakan pada mobil listrik, kapasitasnya, serta masa pakainya.
Baterai adalah komponen utama yang memungkinkan mobil listrik berfungsi. Seiring dengan kemajuan teknologi dalam 40 tahun terakhir, baterai yang digunakan pada mobil listrik telah berkembang pesat.
Saat ini, dua jenis baterai yang paling umum digunakan adalah baterai Lithium-ion dan Nickel-Metal Hydride.
Sebagian besar mobil listrik modern menggunakan baterai lithium-ion. Baterai jenis ini terkenal karena memiliki densitas energi yang tinggi, yang berarti dapat menyimpan lebih banyak energi dalam volume yang relatif kecil.
Ada enam jenis kimia utama dalam baterai lithium, dan jenis yang paling umum digunakan dalam mobil listrik adalah Lithium Cobalt Oxide (LCO), Lithium Nickel Cobalt Oxide (NCA), dan Lithium Iron Phosphate (LFP).
Baterai lithium-ion tersedia dalam tiga jenis sel: silinder, prisma, dan pouch. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya, Tesla lebih memilih menggunakan baterai silinder karena terkenal dengan keandalannya.
Baterai ini terdiri dari ratusan sel lithium-ion yang disimpan di bawah bagian interior mobil. Dalam satu paket baterai Tesla, terdapat sekitar 2.976 sel baterai lithium-ion, menjadikannya sebagai salah satu baterai dengan densitas energi tertinggi di dunia.mobil listrik.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Wuling Binguo EV Terbaru 2024, Mulai Rp300 Jutaan Aja!
Baterai silinder memiliki casing yang kokoh, tetapi ukurannya cenderung lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya. Di sisi lain, baterai prisma, meskipun juga memiliki casing yang kokoh, umumnya lebih ringan dan dapat dipasang di ruang yang lebih sempit karena bentuknya yang persegi panjang.
Volkswagen, misalnya, kini beralih menggunakan baterai prisma karena alasan ini. Namun, masa pakai baterai prisma biasanya lebih pendek dibandingkan dengan baterai silinder.
Sementara itu, baterai tipe pouch memiliki bentuk yang lebih fleksibel karena berada dalam kantong logam tipis. Fleksibilitas ini membuat baterai pouch cocok digunakan di ruang kecil yang memiliki bentuk tidak beraturan.
Namun, kelemahan utama dari baterai ini adalah rentan terhadap pembengkakan dan berpotensi menimbulkan risiko kebakaran. Merek-merek seperti GM dan Hyundai sering menggunakan baterai tipe pouch ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Afdc.energy.gov, Dragonflyenergy.com