Lei Jun, pendiri Xiaomi berfoto dengan mobil SU7.
INDOZONE.ID - Video singkat Lei Jun, pendiri Xiaomi, mendadak viral di April 2025. Dalam klip itu, ia tampak berubah dari sosok sederhana yang menawarkan HP di pinggir jalan, menjadi ikon teknologi dunia dengan kekayaan tembus USD35,3 miliar.
Kini, ia masuk jajaran orang terkaya di China.
Dalam video lawas itu, Lei Jun langsung turun ke jalan. Dia menawarkan HP Xiaomi buatannya ke orang-orang yang lewat. Ada kalanya, orang yang ditawarkan melengos saja, tak acuh. Adegan tersebut terjadi pada 2011.
Momen kemudian loncat ke tahun 2025. Sosoknya masih sama, tapi suasana jauh berbeda. Lei Jun tampak diapit pengawal saat memasuki gedung. Kamera selalu menyorot. Paling epik, dia dikerubungi penggemar seperti selebriti.
Klipnya memang singkat, tapi punya pesan kuat. Tekad dan tekun bisa mengubah nasib seseorang.
Baca Juga: Xiaomi Umumkan SUV Listrik YU7: Jangkauan Tembus 800 Km, Fiturnya Gimana?
Lei Jun lahir tahun 1969 di Xiantao, Provinsi Hubei, dari keluarga guru. Gaji ayahnya saat itu hanya sekitar USD 7 per bulan. Tapi keluarga ini menanamkan rasa ingin tahu yang besar, terutama dalam hal elektronik.
Lei muda bahkan sempat membuat lampu listrik pertama di desanya hanya dengan kotak kayu, kabel, dan dua baterai.
Semangat itu terus tumbuh. Setelah lulus dari Universitas Wuhan jurusan teknik komputer pada 1991, Lei langsung masuk dunia teknologi.
Ia bergabung dengan perusahaan perangkat lunak Kingsoft, lalu merintis e-commerce lewat Joyo.com, yang akhirnya dijual ke Amazon seharga USD75 juta.
Lei Jun dulu jualan HP Xiaomi di jalan, kini jadi bos mobil listrik.
Tahun 2010 jadi titik balik. Lei Jun menggandeng mantan petinggi Google, Lin Bin, untuk mendirikan Xiaomi.
Awalnya hanya memproduksi HP. Xiaomi sat-set berkembang cepat. Kini menjadi raksasa teknologi dunia, menyaingi Apple dan Samsung.
Tahun 2025, Xiaomi bukan sekadar pembuat HP. Perusahaan ini sudah jadi kekuatan besar di berbagai sektor teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes, Reuters, Instagram, Xiaomi