INDOZONE.ID - Sebagian orang mungkin belum memahami bahwa perbedaan oli motor manual dan matic bukan hanya terletak pada kemasan atau merek. Perbedaan utamanya terletak pada spesifikasi dan kandungan zat aditif di dalamnya.
Meski pada awalnya motor tidak langsung rusak, dalam jangka panjang akan muncul berbagai efek samping yang merugikan. Berikut dampak buruk menggunakan oli motor manual pada motor matic yang perlu kamu waspadai.
Salah satu bahaya oli motor manual untuk motor matic adalah tingginya aditif gesekan yang justru mempercepat suhu panas pada mesin matic.
Sebab, motor matic memang cenderung cepat panas, penggunaan oli yang tidak tepat bisa membuat mesin mengalami overheat. Akibatnya, risiko kerusakan mesin jadi semakin besar.
Baca Juga: Oli Mobil Cepat Habis? Ini 5 Penyebab yang Sering Terjadi
Efek samping salah pakai oli motor yang berikutnya adalah turunnya performa. Oli motor manual tidak mampu melumasi komponen mesin matic secara maksimal.
Ini menyebabkan mesin bekerja lebih keras, tarikan terasa berat, dan konsumsi bensin meningkat. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat motor terasa "ngos-ngosan" meski baru diservis.
Oli yang tidak cocok bisa menghasilkan residu karena tidak mampu menahan suhu tinggi di mesin matic.
Kerak ini akan menumpuk dan bisa menyumbat saluran pelumasan, bahkan menyebabkan komponen dalam mesin lebih cepat aus. Kalau sudah begini, biaya perbaikan bisa membengkak.
Baca Juga: 6 Manfaat Mengganti Oli Mesin Secara Teratur, Apa Saja?
Oli untuk motor manual tidak didesain untuk menghadapi kondisi mesin matic yang terus-menerus berputar pada RPM tinggi.
Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi, berubah warna menjadi hitam pekat, dan kehilangan kemampuan melumasi. Ini tentu berbahaya karena bisa mempercepat keausan mesin.
Bagi pemilik motor matic baru, menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan bisa menyebabkan garansi tidak berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com