Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 12:49 WIB

Inovasi Otomotif Indonesia: Menyongsong Era Hybrid dan Listrik

Author

Pengunjung GIIAS 2025. (Dok. penyelenggara GIIAS 2025.)

INDOZONE.ID - Industri otomotif Indonesia punya kisah panjang yang menarik. Dari era mobil Timor di 1990-an, munculnya Esemka yang sempat jadi sorotan, hingga motor listrik MAKA Cavalry.

Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, transformasi ini makin terasa. Dunia otomotif kita kini berpindah haluan ke kendaraan hybrid dan listrik, sejalan dengan tren global dan target pengurangan emisi.

Sekilas balik ke era 90-an. Mobil Timor dulu sempat digadang-gadang jadi simbol kemandirian otomotif.

Kemudian bergeser ke tahun 2000-an, Esemka juga pernah jadi bahan pembicaraan nasional. Walau tidak bertahan lama di pasar, keduanya membuka jalan bagi industri lokal untuk bermimpi besar.

Mobil listrik ESEMKA, Bima EV. (INDOZONE/Andika Pratama)

Kini, mimpi itu diwujudkan lewat produk yang lahir dari kolaborasi. Pabrik-pabrik merek global seperti Toyota, Daihatsu, dan Hyundai memproduksi mobil di Indonesia untuk pasar lokal dan ekspor. Menurut GAIKINDO, ekspor mobil CBU Indonesia kini tembus ratusan ribu unit per tahun.

Baca juga: Lepas Si Anak Baru di Dunia Otomotif Indonesia, Numpang Lewat atau Jadi Pemain Serius?

Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Beralih ke roda dua, inovasi juga nggak kalah seru. Maka Cavalry, motor listrik buatan Indonesia, diluncurkan awal 2025. Dengan jarak tempuh hingga 160 km sekali isi daya dan fitur canggih seperti rem cakram ganda, dua mode berkendara, dan baterai tahan air, motor ini jadi bukti kalau teknologi lokal siap bersaing.

Produk seperti maka Cavalry dan Gesits menunjukkan bahwa kendaraan listrik buatan Indonesia bukan cuma konsep, tapi sudah nyata di jalan.

Motor listrik MAKA Cavalry mejeng di Jakarta Fair 2025. (Dok. Humas JIEXPO)

Baca juga: Harga Motor Listrik MAKA Cavalry Terbaru Juni 2025: Bisa Jadi Motor Harian karena Irit dan Sporty!

Hybrid Naik Daun

Menurut data GAIKINDO, per Juli 2025, mobil hybrid sudah menyumbang 10% dari total penjualan mobil nasional. Angka ini menunjukkan penerimaan pasar yang cukup cepat, mengingat tren hybrid baru menguat beberapa tahun terakhir.

Data Polreg YTD Mei 2025 juga menarik. Mobil listrik murni (BEV) mayoritas laku di Jakarta, sementara pasar hybrid lebih merata, yakni 55,7% penjualan di Jakarta dan 44,3% di luar kota.

Artinya, hybrid lebih mudah diterima di berbagai daerah, mungkin karena fleksibilitasnya yang enggak bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya.

Masa Depan Otomotif Indonesia

Transformasi menuju era elektrifikasi jelas akan terus berjalan. Dengan dukungan regulasi, investasi, dan inovasi lokal, Indonesia punya peluang besar untuk menjadi pemain penting di Asia Tenggara.

Masa depan otomotif kita bukan cuma soal menjual mobil, tapi membangun ekosistem. Dari Timor ke Maka Cavalry, perjalanan ini menjadi perubahan signifikan dalam dunia otomotif tanah air di HUT ke-80 RI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU