Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 10:12 WIB

Taksi Terbang Siap Hiasi Langit Inggris di 2028, Tarifnya Bisa Nyaingin Ojol?

Author

Taksi terbang listrik siap mengudara di Inggris pada 2028. (Dok. Vertical Aerospace.)

INDOZONE.ID - Taksi terbang segera mengudara di Inggris, lewat layanan perusahaan dirgantara, Inggris, Vertical Aerospace. Bahkan mereka menargetkan taksi terbang listrik komersial pertama bisa mengudara pada 2028.

Taksi tersebut menggunakan pesawat listrik bernama Valo. Taksi diklaim mampu membawa penumpang dari pusat London ke bandara utama hanya dalam hitungan menit. 

Vertical Aerospace menyebut Valo mampu melaju hingga 150 mph atau sekitar 240 km/jam.

Rutenya menghubungkan Canary Wharf dengan bandara besar seperti Heathrow dan Gatwick, juga kota-kota seperti Cambridge dan Oxford.

Perjalanan tersebut memang sengaja disesuaikan dengan target awal Velo mengudara. Taksi dirancang bukan perjalanan harian biasa, melainkan transfer cepat dari bandara ke pusat kota.

Baca juga: Archer Aviation Siap Bangun 250 Taksi Terbang pada 2025, Masuk Indonesia Gak Nih?

Pesawat ini menggunakan sistem lepas landas vertikal (VTOL), mirip helikopter, tapi sepenuhnya listrik. Jarak tempuh maksimalnya sekitar 160 km.

Klaim Tarif Setara Taksi Online

Mengutip Sky News, Vertical Aerospace percaya diri bahwa layanan dan tarif taksi terbang mereka bisa bersaing dengan Uber, taksi online yang mendominasi Inggris.

“Pesawat ini dirancang agar jauh lebih murah daripada helikopter dan bisa terbang berkali-kali dalam sehari dengan perawatan minimal,” kata juru bicara Vertical Aerospace.

Regulasi dan Kebisingan

Sebelum benar-benar terbang, taksi terbangi masih harus melewati jalan panjang regulasi. Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) bersama pemerintah sudah mengidentifikasi sejumlah isu krusial. Salah satunya adalah kebisingan.

Meski lebih senyap dibanding helikopter, pesawat listrik tetap menimbulkan suara yang bisa memengaruhi kenyamanan warga. Penelitian terbaru menyebut kebisingan sebagai faktor utama penerimaan publik terhadap penerbangan urban.

Artinya, lolos teknis saja belum cukup, taksi terbang harus bisa diterima masyarakat.

Awalnya Produk Premium

Pada tahap awal, Valo diproyeksikan sebagai layanan premium. Kabinnya mampu menampung empat penumpang, dengan opsi penambahan hingga enam kursi.

Semakin banyak penumpang, semakin murah biaya per orang.

Vertical Aerospace yakin skala produksi besar bisa membuat tarif makin terjangkau di masa depan.

CEO Vertical Aerospace, Stuart Simpson, menyebut Valo sebagai era baru transportasi.

“Ini tentang menghubungkan orang dalam hitungan menit, bukan jam,” ujarnya.

Dunia Menuju Taksi Terbang

Inggris bukan satu-satunya negara yang serius mengembangkan taksi terbang. China sudah lebih dulu melangkah lewat EHang, yang kini mengoperasikan taksi udara tanpa pilot di Guangdong.

Amerika Serikat juga tak mau ketinggalan. New York bahkan menargetkan taksi udara listrik beroperasi untuk rute bandara pada 2025–2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU