Salip Tesla, BYD Resmi Menjadi Mobil Listrik Paling Laris di Pasar Global Sepanjang 2025!
INDOZONE.ID - Industri otomotif global baru saja mencatat sejarah besar di awal tahun 2026. Raksasa otomotif asal Shenzhen, BYD, secara resmi berhasil menggeser posisi Tesla sebagai produsen kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia.
Momen signifikan ini menandai pertama kalinya BYD melampaui rival Amerikanya dalam jumlah penjualan tahunan, sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin baru di pasar mobil listrik dunia.
Pergeseran takhta ini menjadi sinyal kuat adanya transisi kekuatan besar dalam peta persaingan kendaraan listrik, yang kini mulai didominasi oleh kekuatan dari China.
Keberhasilan BYD ini didorong oleh pertumbuhan yang agresif di berbagai pasar internasional, termasuk ekspansi mereka yang masif di kawasan Asia Tenggara dan Eropa.
Penurunan Volume Penjualan Tesla dan Meningkatnya Penjualan BYD
Kondisi ini terjadi seiring dengan laporan yang dikutip dari laman CarNewsChina yang menyebutkan bahwa volume penjualan Tesla mengalami kemerosotan hampir 9 persen sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan pada awal Januari 2026, Tesla tercatat hanya mendistribusikan 1,64 juta kendaraan secara global.
Angka tersebut mencatatkan tren penurunan pengiriman selama dua tahun berturut-turut bagi perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Beberapa analis menilai penurunan ini dipengaruhi oleh persaingan yang semakin ketat, model yang mulai menua, serta tantangan logistik di beberapa pasar utama.
Kontras dengan capaian Tesla, BYD justru menunjukkan performa yang sangat agresif. Perusahaan asal China ini melaporkan lonjakan penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) hingga hampir 28 persen pada periode yang sama.
Dengan total penjualan yang menembus angka fantastis, yaitu lebih dari 2,25 juta unit di seluruh dunia, BYD kini menempatkan Tesla di bawah bayang-bayang dominasinya.
Baca juga: Daftar Harga BYD M6 Terbaru yang Siap Dipinang di Awal Tahun 2026: Pas Banget buat Keluarga!
Angka penjualan ini belum termasuk lini kendaraan Plug-in Hybrid (PHEV) mereka yang juga laris manis di pasaran, mempertegas posisi BYD sebagai raja elektrifikasi global yang baru.
Efek Dominasi China di Pasar Global
Kesuksesan BYD tidak lepas dari strategi integrasi vertikal mereka, di mana BYD memproduksi baterainya sendiri, sehingga mampu menekan biaya produksi dan menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan Tesla.
Strategi ini terbukti efektif dalam menarik minat konsumen global yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang lebih masuk akal. Kini, dengan BYD di posisi puncak, persaingan di tahun 2026 diprediksi akan semakin panas.
Baca juga: Intip harga BYD Atto 1 setelah insentif mobil listrik CBU berakhir
Pabrikan lain, baik dari Jepang, Eropa, maupun Amerika, harus bekerja ekstra keras jika ingin mengejar ketertinggalan dari raksasa otomotif China yang satu ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Byd.com, Carnewschina