Pemerintah China Resmi Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Lithium untuk Kendaraan Listrik
INDOZONE.ID - Pemerintah China kembali mengambil langkah tegas dalam mendukung industri kendaraan listrik dengan memperketat aturan daur ulang baterai lithium.
Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi mencakup seluruh siklus hidup baterai agar lebih terkontrol dan berkelanjutan.
Regulasi Baru Daur Ulang Baterai Lithium
Berdasarkan laporan dari laman ANTARA yang mengutip Carnewschina, pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama All-China Federation of Supply and Marketing Cooperatives telah merilis kebijakan baru terkait daur ulang baterai lithium-ion.
Kebijakan ini dirancang untuk memperluas standar pengelolaan baterai, mulai dari produksi hingga tahap akhir penggunaan.
Baca juga: Mobil Listrik Ramah Disabilitas Jadi Sorotan di New York Auto Show
Langkah ini menunjukkan bahwa China ingin memastikan sistem kendaraan listrik berjalan lebih ramah lingkungan dan efisien.
Fokus pada Infrastruktur dan Kolaborasi Industri
Mengutip laporan tersebut, regulasi terbaru ini mendorong pembangunan jaringan pengumpulan baterai bekas secara lebih luas.
Produsen kendaraan listrik dan baterai diwajibkan bekerja sama dengan perusahaan daur ulang untuk membangun sistem pengumpulan dan penyimpanan sementara.
Pendekatan ini menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan baterai tidak hanya berada di tangan satu pihak, melainkan melibatkan seluruh rantai industri.
Produsen kini memiliki peran aktif dalam memastikan baterai yang sudah tidak digunakan dapat dikelola dengan baik.
Peran Perusahaan Besar Diperkuat
Pemerintah China menekankan pentingnya peran perusahaan daur ulang besar dalam sistem ini.
Salah satunya adalah dorongan kepada China Recycling Group untuk meningkatkan kapasitas pengolahan baterai lithium.
Langkah ini sejalan dengan tren industri yang semakin terpusat, di mana proses pemulihan material dan pengolahan limbah dilakukan oleh perusahaan besar dengan teknologi lebih maju.
Sistem Digital untuk Pelacakan Baterai
Salah satu poin penting dalam kebijakan ini adalah penggunaan platform digital untuk memantau pergerakan baterai.
Setiap baterai akan memiliki identitas digital unik yang memungkinkan pelacakan dari tahap produksi hingga daur ulang.
Sistem ini mewajibkan produsen baterai, produsen kendaraan listrik, hingga perusahaan daur ulang untuk mengunggah data secara terpusat. Dengan begitu, pengawasan menjadi lebih transparan dan terstruktur.
Menuju Sistem Daur Ulang yang Terintegrasi
Selain sistem digital, pemerintah turut memperluas infrastruktur fisik dengan membangun lebih banyak titik pengumpulan baterai.
Pemerintah daerah diminta mengikuti pedoman teknis yang seragam agar sistem ini bisa diterapkan secara luas.
Kebijakan ini akan dipantau secara berkala oleh pemerintah pusat untuk memastikan implementasinya berjalan sesuai rencana.
Dampak bagi Masa Depan Kendaraan Listrik
Langkah China ini menunjukkan arah baru dalam industri kendaraan listrik global. Dengan sistem daur ulang yang lebih ketat dan terintegrasi, pengelolaan limbah baterai bisa menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Baca juga: VinFast Perpanjang Diskon Tukar Mobil Bensin ke Listrik hingga April 2026
Kebijakan ini turut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA