INDOZONE.ID - Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, mengungkapkan perbedaan signifikan biaya operasional antara mobil listrik dan kendaraan konvensional, terutama dalam penggunaan harian.
Menurutnya, penggunaan mobil listrik (electric vehicle/EV) cenderung jauh lebih hemat. “Untuk pemakaian dalam kota, rata-rata pengguna EV mengeluarkan sekitar Rp250 per km, sedangkan luar kota sekitar Rp350 per km untuk kendaraan dengan tenaga cukup besar,” ujar Arwani saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Sebaliknya, biaya operasional mobil berbahan bakar minyak jauh lebih tinggi. “Mobil konvensional di dalam kota bisa mencapai sekitar Rp1.000 per km, dan luar kota sekitar Rp1.200 per km,” tambahnya.
Baca juga: Berapa Perbandingan Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Mobil Umum? Ini Penjelasannya
Tak hanya soal biaya, Arwani juga menyoroti perkembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang semakin membaik. Berdasarkan data PT PLN (Persero), hingga 2025 telah tersedia 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.007 lokasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, layanan pengisian daya di rumah (home charging) juga terus meningkat. Tercatat, hingga akhir 2025, sebanyak 70.250 pelanggan telah memanfaatkan layanan tersebut.
Meski demikian, Arwani mengakui pertumbuhan pengguna mobil listrik sempat melambat pada awal tahun. Hal ini dipicu kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan pencabutan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah.
“Awal tahun sempat melambat karena isu pencabutan insentif. Namun, memasuki kuartal kedua, khususnya April, diperkirakan akan kembali meningkat,” jelasnya.
Baca juga: 3 Siasat Pintar Mengecas Mobil Listrik supaya Tenang Ketika Dibawa Berpergian
Ia menilai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dipengaruhi konflik di Timur Tengah, dapat menjadi faktor pendorong peralihan masyarakat ke kendaraan listrik.
“Kenaikan harga BBM akibat konflik global bisa membuat masyarakat mempertimbangkan EV sebagai alternatif yang lebih efisien,” tutup Arwani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA