Selasa, 28 APRIL 2026 • 20:25 WIB

Pemerintah akan Evaluasi Perusahaan Taksi Green SM Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi

Author

Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah akan mengevaluasi operasional taksi Green SM, menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Evaluasi tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green,” ujar Teddy di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, khususnya di perlintasan kereta api.

Pembangunan Flyover Bekasi

Pemerintah juga berkomitmen melakukan penataan sistem pengamanan secara lebih komprehensif guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca juga: KAI Pastikan Refund 100 Persen Tiket Penumpang Terdampak Kecelakaan di Bekasi

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembangunan flyover di kawasan Bekasi yang dinilai memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

“Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut,” kata Teddy.

Di sisi lain, pihak Green SM Indonesia menyatakan telah bekerja sama dengan otoritas terkait dalam proses investigasi.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya.

Perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan operasional.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: VinFast Buka Suara soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Selain itu, Green SM turut menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan berharap seluruh pihak yang terdampak segera pulih.

Sementara itu, kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut menyebabkan 15 orang meninggal dunia.

Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Pemerintah memastikan investigasi akan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU