Kamis, 30 APRIL 2026 • 10:46 WIB

Pakar Otomotif Ungkap Alasan Teknis Taksi Listrik Mendadak Mogok di Perlintasan Kereta

Author

taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz)

INDOZONE.ID - Insiden kecelakaan yang melibatkan taksi listrik dengan kereta api jarak jauh dan kereta komuter pada Senin (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, langsung menarik perhatian publik. Banyak yang mempertanyakan kemungkinan kendaraan listrik tersebut mengalami mogok mendadak, terutama saat melintasi rel kereta.

Menanggapi hal ini, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, memaparkan sejumlah kemungkinan teknis yang bisa menjadi penyebab kejadian tersebut dalam keterangannya kepada Antara.

Salah satu faktor yang disorot adalah kondisi baterai bertegangan rendah atau aki 12V. Menurut Yannes, komponen ini punya peran penting dalam menghidupkan sistem awal kendaraan.

“Secara teknis, berbagai kemungkinan yang bisa terjadi adalah baterai low voltage 12V yang jadi sumber daya awal untuk menghidupkan sistem komputer, relay dan kontaktor, sistem keselamatan, sensor, dan modul kontrol, proses booting saat mobil dinyalakan, sehingga saat tegangannya turun terlalu rendah maka seluruh sistem yang disebutkan akan terdampak," kata dia.

Baca juga: Hyundai dan TVS Garap Kendaraan Listrik Roda Tiga

Selain itu, faktor getaran saat kendaraan melintasi rel juga bisa menjadi pemicu masalah. Getaran yang terjadi terus-menerus, ditambah hentakan keras, berpotensi memengaruhi komponen kendaraan.

“Getaran panjang saat berkendara pada sistem sensor dan ADAS yang dapat mengendurkan berbagai bagian dan saat ditambahkan dengan getaran keras berpotensi menyebabkan berbagai sambungan atau komponen terlepas dan berujung pada berhentinya motor atau turunnya efisiensi mekanisme transmisi penggerak, sehingga EV berhenti," jelas Yannes.

Kemungkinan lain datang dari sistem keamanan kendaraan yang bekerja secara otomatis. Dalam kondisi tertentu, sistem ini bisa mengunci kendaraan jika mendeteksi hal yang dianggap tidak normal.

“Ketika sistem mendeteksi anomali, fitur keamanan seperti steering lock atau immobilizer bisa aktif secara otomatis dan mengunci seluruh sistem kendaraan," Yannes menjelaskan.

Yannes juga menyinggung potensi gangguan pada sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS). Sistem ini berperan penting dalam mengatur kinerja baterai kendaraan listrik.

Baca juga: Spesifikasi Taksi Listrik VinFast Pemicu Tabrakan Kereta di Bekasi

“Gangguan komunikasi battery management system yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pembacaan arus listrik, estimasi SOC yang salah yang berujung misalnya pada pengambilan keputusan seperti padam mendadak," imbuhnya.

Selain faktor-faktor tersebut, kerusakan pada komponen utama juga tidak bisa diabaikan. Jika inverter atau konverter DC-DC mengalami gangguan, kendaraan bisa kehilangan daya secara tiba-tiba, mengalami penurunan akselerasi, bahkan berhenti total.

Meski begitu, Yannes menegaskan bahwa semua kemungkinan tersebut masih bersifat teknis dan perlu investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Peristiwa kecelakaan ini sendiri terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, dan melibatkan kereta api jarak jauh serta kereta komuter. Insiden tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Jakarta, kecelakaan bermula ketika Kereta Api Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line yang sedang berhenti di stasiun, setelah sebuah taksi menabrak KRL di area perlintasan dekat Bulak Kapal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU