Rabu, 06 MEI 2026 • 10:38 WIB

5 Pesan Tegas Kakorlantas untuk Taksi Green SM

Author

Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memanggil manajemen Taksi Green SM untuk membahas keselamatan transportasi setelah serangkaian kecelakaan mencuri perhatian publik.

Pertemuan ini menghasilkan lima poin komitmen konkret antara Korlantas dan perusahaan taksi tersebut.

5 Pesan Kakorlantas ke Manajemen Green SM

1. Bukan Sekadar Tilang

Kakorlantas membuka pertemuan dengan nada yang mungkin di luar ekspektasi banyak orang. Polisi tidak datang untuk menghukum, mereka datang untuk berkolaborasi.

"Tidak bangga melakukan penegakan hukum, tapi akan senang ketika bisa kolaborasi dan komunikasi dengan mitra untuk mencari solusi terbaik," ujar Irjen Pol. Agus dikutip dari laman Korlantas Polri, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Pemerintah akan Evaluasi Perusahaan Taksi Green SM Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi

2. Kecelakaan Bukan Melulu Salah Pengemudi

Ini poin yang sering luput dari diskusi publik. Irjen Pol. Agus menegaskan bahwa penyebab kecelakaan harus dilihat secara menyeluruh, bukan langsung menuding sopir.

"Tidak absolut kesalahan ada pada pengemudi. Bisa juga dari kendaraan atau manajemen. Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab," katanya.

Taksi Green SM saat beroperasi di Jakarta. (Ist)

Artinya, kondisi armada, sistem pengawasan perusahaan, hingga faktor jalan ikut masuk ke dalam kalkulasi. Analisis kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api, misalnya, bisa jadi bahan evaluasi tata kelola perusahaan secara keseluruhan.

Baca juga: VinFast Buka Suara soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

3. Rekam Jejak Perilaku Pengemudi Akan Dipantau

Korlantas mendorong penerapan sistem traffic attitude record, semacam rapor digital perilaku berkendara yang terintegrasi dengan data tilang elektronik (ETLE). 

Sistem tersebut dianggap mampu memantau 10 ribu pengemudi yang berada di bawa naungan Green SM.

Sistem ini memungkinkan perusahaan dan aparat memantau siapa saja pengemudi yang berulang kali melanggar.

4. Pelatihan Ulang Lewat ISDC

Kakorlantas menawarkan program pelatihan ulang melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC), lembaga pelatihan mengemudi milik Korlantas Polri.

"Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh," ujar Irjen Pol. Agus.

Pelatihan ini dirancang untuk membangun kesadaran keselamatan, bukan sekadar memperbarui SIM.

5. Green SM Diminta Bangun Budaya Keselamatan dari Dalam

Direktur Taksi Green SM Denny Gunawan mengakui masih ada celah yang perlu dibenahi. Pihaknya menyambut kolaborasi ini dan sudah mengambil langkah awal pascainsiden, termasuk menghubungi korban.

"Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama," kata Denny.

Ke depan, jajaran lalu lintas Polri akan dilibatkan langsung dalam program pelatihan pengemudi Green SM, termasuk saat ekspansi armada.

"Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Korlantas Polri

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU