INDOZONE.ID - Biaya charge mobil listrik di SPKLU menjadi salah satu hal yang paling sering ditanyakan calon pengguna kendaraan listrik.
Pasalnya, banyak masyarakat mulai membandingkan pengeluaran isi daya mobil listrik dengan biaya membeli bensin untuk mobil konvensional.
Selain lebih ramah lingkungan, mobil listrik dikenal lebih hemat untuk penggunaan harian.
Akan tetapi, biaya pengisian daya tetap dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kapasitas baterai hingga jenis charger yang digunakan.
Berikut Indozone lampirkan biaya charge mobil listrik di SPKLU.
Baca juga: VinFast Perpanjang Layanan Charge Mobil Gratis di Tiga Negara Asia, Ada Indonesia Lho!
Tarif Charge Mobil Listrik di SPKLU
Berdasarkan aturan Kementerian ESDM Nomor 1 Tahun 2023, tarif pengisian daya di SPKLU berada di kisaran Rp2.467 per kWh. Tarif ini berlaku untuk pengisian umum menggunakan fasilitas fast charging.
Selain biaya listrik per kWh, pengguna dapat dikenakan biaya tambahan layanan pengisian cepat, yaitu:
- Fast charging: sekitar Rp25.000 per pengisian
- Ultra fast charging: maksimal Rp57.000 per pengisian
Tarif tersebut membuat biaya charge di SPKLU memang lebih mahal dibandingkan isi daya di rumah. Namun, proses pengisian jauh lebih cepat sehingga cocok digunakan saat perjalanan jauh atau kondisi darurat.
Cara Menghitung Biaya Charge Mobil Listrik
Cara menghitung biaya charge mobil listrik sebenarnya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu mengetahui kapasitas baterai mobil dan tarif listrik per kWh.
Baca juga: Ford Tengah Kembangkan Selimut Canggih, Bisa Dipakai untuk Charge Baterai Mobil Listrik
Rumus sederhananya:
Kapasitas baterai x tarif listrik per kWh
Sebagai contoh, mobil listrik dengan kapasitas baterai 50 kWh yang diisi penuh di SPKLU akan membutuhkan biaya:
50 kWh x Rp2.467 = Rp123.350
Jika menggunakan layanan fast charging, maka ditambah biaya layanan sekitar Rp25.000. Total pengisian menjadi sekitar Rp148.350.
Meski terlihat cukup besar, biaya tersebut masih dianggap lebih hemat dibandingkan pengeluaran bahan bakar mobil bensin untuk jarak tempuh yang sama.
Estimasi Biaya Full Charge di SPKLU
Secara umum, biaya pengisian penuh mobil listrik di SPKLU berkisar:
- Rp60.000 hingga Rp120.000 untuk mobil dengan baterai kecil hingga menengah
- Bisa lebih dari Rp140.000 untuk baterai berkapasitas besar
Besarnya biaya tergantung tipe mobil dan kapasitas baterainya. Semakin besar baterai, semakin tinggi pula kebutuhan listriknya.
Baca juga: Honda Akan Menghadirkan Power Charge Mobil Listrik
Faktor yang Mempengaruhi Biaya Charge Mobil Listrik
Kapasitas Baterai
Semakin besar kapasitas baterai mobil listrik, semakin banyak listrik yang dibutuhkan untuk pengisian penuh. Mobil dengan baterai 20 kWh tentu lebih murah dibandingkan kendaraan dengan baterai 50 kWh atau lebih.
Jenis Charger
Penggunaan fast charging dan ultra fast charging membuat proses pengisian lebih cepat, tetapi biayanya juga lebih tinggi dibanding charger AC biasa di rumah.
Lokasi dan Operator SPKLU
Beberapa SPKLU memiliki tarif tambahan tergantung operator atau fasilitas yang tersedia.
Untuk SPKLU slow charging dan medium charging tesedia di mall, hotel ataupun lahan parkir. Sedangkan, SPKLU fast charging dan ultra fast charging tersedia di rest area jalan lol, dan SPBU.
Efisiensi Pengisian
Kondisi charger, instalasi listrik, hingga pembagian daya saat beberapa mobil mengisi bersamaan dapat mempengaruhi efisiensi pengisian daya.
Baca juga: Pasar Berubah, Mobil Listrik Bekas Kini Jadi Incaran Konsumen
Cara Bayar Charge Mobil Listrik di SPKLU
Saat ini, pembayaran charge mobil listrik di SPKLU sudah semakin praktis. Berdasarkan laman PLN Mobile, pengguna dapat mencari lokasi SPKLU sekaligus melakukan pembayaran digital melalui aplikasi.
Metode pembayaran umumnya menggunakan:
- QR code
- Dompet digital
- Mobile banking
- Kartu elektronik tertentu
Pengguna hanya perlu memilih lokasi SPKLU di aplikasi, melakukan scanning pembayaran, lalu proses charging dapat langsung dimulai.
Tips Agar Biaya Charge Mobil Listrik Lebih Hemat
Baca juga: Bidik Anak Muda Perkotaan, Chery Q Tawarkan Mobil Listrik Ringkas dan Futuristis
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar pengeluaran charge mobil listrik tetap efisien:
- Tidak selalu mengisi baterai hingga 100%
- Menggunakan slow charging untuk pemakaian harian
- Memanfaatkan aplikasi pemantau konsumsi listrik
- Menggunakan fasilitas home charging resmi
Dengan pengelolaan yang tepat, biaya penggunaan mobil listrik tetap dapat lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2023