Kamis, 21 MEI 2026 • 10:53 WIB

XPENG VLA 2.0, Teknologi Mobil Nyetir Sendiri dari China

Author

XPENG The Next P7 di IIMS 2026. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - XPENG VLA 2.0 adalah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk membuat mobil bisa mengemudi sendiri sepenuhnya tanpa bantuan pengemudi.

Dikembangkan oleh XPENG Motors asal China, teknologi ini dijadwalkan mulai dikirim secara global pada 2027, dengan Volkswagen sebagai mitra peluncuran pertamanya di pasar China.

Robotaxi berbasis VLA 2.0 sudah mulai diuji di jalan umum. Uji coba internasional menyusul dalam waktu dekat.

Apa Itu XPENG VLA 2.0?

VLA 2.0 bukan sekadar fitur autopilot biasa. Sistem ini menggabungkan tiga kemampuan, persepsi, penalaran, dan pengambilan keputusan. Semua itu disatukan satu model AI.

Artinya, mobil tidak lagi butuh peta definisi tinggi atau aturan-aturan kaku yang diprogramkan sebelumnya.

VLA 2.0 membaca situasi jalan secara langsung, lalu memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan, mirip cara pengemudi manusia berpengalaman bekerja.

Dalam pengujian di jam sibuk sore hari di Guangzhou, efisiensi berkendara VLA 2.0 diklaim melampaui sistem L2 konvensional dan bahkan model Robotaxi yang sudah ada.

Baca juga: Xpeng Punya Arridge, Mobil Terbang Modular ala Masa Depan

Baca juga: CEO Xpeng: 5 Produsen Mobil China Bisa Raup Triliunan

Seberapa Pintar Sistem Ini di Jalan Nyata?

VLA 2.0 sudah diuji di berbagai kondisi ekstrem, jalan kampus sempit, jalan tanah pedesaan, rute yang tidak ada di peta, hingga kondisi lubang dan kemacetan padat.

XPENG mengklaim efisiensi mengemudi meningkat 23 persen dibanding sistem sebelumnya.

Mobil juga bisa start dari posisi diam dan menangani skenario tidak terduga, seperti kendaraan yang bergerak tidak menentu atau lokasi kecelakaan mendadak.

Sebagai perbandingan, kebanyakan sistem autonomous saat ini masih sangat bergantung pada kondisi jalan yang "bersih" dan peta yang sudah diprogram.

Kata Bos XPENG soal Mobil Tanpa Pengemudi

CEO XPENG, He Xiaopeng, tidak main-main dengan target mereka.

"VLA 2.0 XPENG adalah versi pertama yang dirancang untuk mencapai pengemudian otonom penuh dan akan terus berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami percaya bahwa otonomi penuh akan tiba dalam satu hingga tiga tahun ke depan, menjadikan pengemudian otonom sebagai bagian alami dari perjalanan sehari-hari masyarakat," katanya dalam siaran pers yang diterima Indozone.

Teknologi AI VLA 2.0 disematkan pada model XPENG The Next P7 atau P7 Ultra.

Indozone sempat merasakan langsung bagaimana P7 Ultra mampu menyetir sendiri.

Mobil dapat berbelok, menyesuaikan kecepatan, dan membaca kondisi jalan seperti dikendarai oleh manusia. 

Bahkan saat ada objek seperti manusia, mobil dengan mulus mampu berhenti atau menghindar. Begitu dengan rambu-rambu lalu lintas seperti berhenti saat lampu merah, dan langsung bergerak ketika lampu hijau.

Xpeng punya Arridge, mobil terbang modular futuristis. (Dok. Xpeng)

Bukan Cuma untuk Mobil

XPENG punya ambisi lebih jauh dari sekadar kendaraan penumpang. Arsitektur AI di balik VLA 2.0 dirancang untuk dipakai lintas platform, termasuk armada Robotaxi komersial, robot humanoid, dan sistem kendaraan terbang modular.

Semuanya berbagi fondasi AI yang sama. XPENG menyebut pendekatan ini sebagai strategi "AI Fisik". Satu otak untuk banyak mesin.

Apakah ini akan sampai ke Indonesia? Belum ada sinyal ke sana. Tapi mengingat XPENG sudah masuk ke beberapa pasar Asia Tenggara, bukan tidak mungkin teknologi ini suatu saat hadir lebih dekat dari yang kita kira.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Xpeng

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU