Minggu, 24 MEI 2026 • 13:50 WIB

Kenapa Rider Harus Stretching Sebelum Touring Jauh?

Author

NMAX Turbo punya fitur yang memudahkan untuk touring. (Dok. YIMM.)

INDOZONE.ID - Exercise sebelum touring ternyata bukan sekadar formalitas komunitas motor.

Peregangan ringan sebelum berkendara jarak jauh bisa membantu tubuh lebih rileks, mengurangi pegal, dan menjaga fokus selama di jalan.

Buat rider yang sering touring berjam-jam, kondisi badan punya pengaruh besar terhadap keselamatan berkendara.

Kenapa Exercise Sebelum Touring Itu Penting?

Banyak pengendara motor fokus menyiapkan kendaraan sebelum touring.

Oli dicek, ban diperiksa, bensin penuh. Tapi badan sendiri kadang malah lupa dipersiapkan.

Padahal, perjalanan jauh bikin tubuh menerima banyak tekanan.

Baca juga: 6 Persiapan Touring Naik Motor Bebek yang Perlu Dipahami Pengendara, Jangan Asal Gas!

Apalagi kalau riding berjam-jam dalam posisi duduk yang sama.

Faizal Fadhiansyah Putra dari Yamaha Riding Academy Bandung menjelaskan, kalau tubuh yang tegang saat berkendara bisa memicu cepat lelah hingga mengantuk.

"Jadi gini, kenapa harus exercise sebelum touring? Karena kan kita di jalan itu motor itu impact langsung ke badan ya. Jadi biasanya kalau kita di jalan itu tegang, kurang relax gitu ya. Itu bisa mengakibatkan gampang capek, gampang pegel, gampang ngantuk." katanya kepada Indozone.

Banyak rider sebenarnya pernah mengalami kondisi ini. Baru satu atau dua jam riding, pundak mulai kaku, pinggang pegal, lalu fokus perlahan turun.

Exercise Bantu Badan Lebih Rileks

Menurut Faizal, stretching atau peregangan sebelum touring membantu tubuh lebih siap menerima tekanan selama perjalanan.

Otot yang lebih rileks bikin stamina lebih terjaga. Riding pun terasa lebih nyaman.

"Makanya kita harus di motor itu serelax mungkin. Makanya kita peregangan dulu biar badan kita fit. Perjalanan jauh kita lebih enjoy gitu."

Exercise sebelum touring biasanya sederhana. Mulai dari peregangan bahu, leher, pinggang, sampai kaki. Durasi lima sampai sepuluh menit saja sebenarnya sudah cukup membantu.

Yang sering diremehkan, posisi tubuh saat naik motor juga memengaruhi energi. Kalau badan terlalu tegang sejak awal, tenaga bakal cepat habis bahkan sebelum sampai tujuan.

Touring Aman Bukan Soal Motor Saja

Keselamatan touring sering dikaitkan dengan perlengkapan riding atau kondisi motor. Memang penting. Tapi kondisi fisik rider juga sama krusialnya.

Tubuh yang capek bikin refleks melambat. Fokus menurun. Risiko microsleep juga meningkat, terutama saat riding malam atau melintasi jalur panjang yang monoton.

"Badan lebih relax, jadi stamina pun lebih fit gitu. Kalau kitanya pegel, capek, atau ngantuk di jalan kan takutnya kurang safety gitu. Mempengaruhi faktor safety gitu," lanjut Faizal.

Makanya sekarang banyak komunitas motor mulai memasukkan sesi stretching sebelum rolling.

Bukan buat gaya-gayaan, tapi memang ada efek langsung ke kenyamanan dan konsentrasi selama perjalanan.

Exercise Sebelum Touring Mulai Jadi Kebiasaan Rider

Di kalangan rider touring, exercise mulai dianggap bagian penting dari riding preparation. Mirip seperti pemanasan sebelum olahraga.

Apalagi buat pengguna motor harian yang jarang riding jauh. Tubuh biasanya belum terbiasa duduk lama di atas motor sambil menghadapi getaran, panas, dan kondisi jalan yang berubah-ubah.

"Jadi exercise itu penting sebelum berkendara," pungkas Faizal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU