INDOZONE.ID - Audi punya cara baru untuk menghadapi persaingan mobil listrik yang makin panas di China. Bukan lewat merek Audi yang selama ini dikenal dunia, melainkan melalui brand baru bernama AUDI.
Meski namanya sama, AUDI tampil dengan identitas yang berbeda. Logo empat cincin yang menjadi ciri khas Audi tidak digunakan. Sebagai gantinya, brand ini hanya memakai tulisan "AUDI" dan menyasar konsumen muda yang menginginkan mobil listrik berteknologi tinggi dengan desain lebih modern.
Model terbarunya adalah AUDI E7X, SUV listrik premium yang resmi mulai dijual di China pada akhir Mei 2026. Menariknya, harga peluncurannya justru lebih murah 20.000 yuan dibanding harga pre-order yang diumumkan sebelumnya.
Di pasar China, AUDI E7X dibanderol mulai 269.800 yuan atau sekitar Rp610 jutaan.
Baca juga: AUDI E7X Dibuka Mulai Rp740 Jutaan, Punya Kabin Super Modern
Disiapkan untuk Melawan Xiaomi YU7
Kehadiran E7X tidak bisa dilepaskan dari ketatnya persaingan mobil listrik di China.
Mobil ini secara terang-terangan diposisikan sebagai penantang Xiaomi YU7 yang beberapa waktu terakhir menjadi salah satu SUV listrik paling banyak dibicarakan.
Kalau dilihat sekilas, E7X memang punya tampilan yang cukup berbeda dibanding produk Audi yang selama ini beredar di Indonesia.
Bagian depannya mengusung lampu LED berukuran besar yang membentang hampir sepanjang fascia depan. Menurut Audi, sistem pencahayaan tersebut terdiri dari 1.446 titik LED dan memiliki beberapa mode animasi saat mobil dibuka maupun dikunci.
Tidak hanya itu, lampu depannya juga mampu memproyeksikan informasi ke permukaan jalan, termasuk peringatan jarak aman hingga panduan saat parkir otomatis.
Ukurannya Lebih Besar dari Audi Q8
Secara dimensi, E7X masuk kategori SUV besar. Panjang bodinya mencapai 5.049 mm dengan lebar 1.997 mm dan tinggi 1.710 mm. Wheelbase-nya mencapai 3.060 mm.
Sebagai gambaran, ukuran tersebut sedikit lebih besar dibanding Audi Q8 yang selama ini menjadi salah satu SUV premium andalan merek asal Jerman tersebut.
Karena mengusung konfigurasi lima penumpang, ruang bagasinya juga cukup besar. Kapasitasnya mencapai 682 liter dan masih bisa diperluas ketika kursi belakang dilipat.
Interior Mirip Mobil Konsep
Masuk ke dalam kabin, nuansa futuristik langsung terasa.
Dashboard didominasi layar berukuran raksasa 27 inci yang menjadi pusat berbagai pengaturan kendaraan. Di depan pengemudi tersedia panel instrumen digital berukuran 12,3 inci.
Untuk varian tertentu, mobil ini bahkan tidak menggunakan kaca spion konvensional. Sebagai gantinya, terdapat kamera dan layar digital yang menampilkan kondisi di sekitar kendaraan.
Audi juga membekali E7X dengan sederet fitur kenyamanan kelas atas.
Jok depan sudah dilengkapi pemanas, ventilasi, dan fitur pijat. Penumpang depan mendapat sandaran kaki elektrik, sementara penumpang belakang bisa menikmati layar hiburan berukuran 21,4 inci yang terpasang di plafon.
Ada pula kulkas mini, wireless charging, hingga sistem audio Bose dengan 26 speaker.
Beberapa varian bahkan menawarkan konfigurasi empat penumpang yang lebih fokus pada kenyamanan layaknya kendaraan eksekutif.
Baca juga: Audi Bangkitkan Lagi A2 dalam Versi Listrik, Jarak Tempuhnya Tembus 643 Km
Teknologi Semi Otonom Jadi Andalan
Persaingan mobil listrik di China saat ini tidak hanya soal tenaga atau baterai. Teknologi bantuan berkendara juga menjadi faktor penting.
Karena itu AUDI membekali E7X dengan sistem ADAS terbaru yang didukung model kecerdasan buatan Momenta R7.
Mobil ini menggunakan 11 kamera, 12 sensor ultrasonik, tiga radar gelombang milimeter, LiDAR, serta chip Nvidia Orin X.
Sistem tersebut diklaim mampu membantu kendaraan bermanuver di jalan sempit, melakukan putar balik otomatis, hingga menghindari objek kecil yang tiba-tiba muncul di area blind spot.
Tenaga Tembus 670 Hp
Di sektor performa, E7X menggunakan platform listrik 900 volt yang memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat dibanding sistem 400 volt konvensional.
Varian dasar memakai satu motor listrik berpenggerak roda belakang dengan tenaga 402 hp dan torsi 500 Nm.
Versi ini menggunakan baterai 100 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 705 kilometer berdasarkan standar CLTC China.
Bagi yang mengutamakan jarak tempuh, tersedia varian baterai 109 kWh yang diklaim mampu melaju hingga 751 kilometer dalam sekali pengisian.
Sementara varian tertinggi dibekali dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau AWD.
Tenaganya mencapai 670 hp dan akselerasi 0-100 km/jam hanya 3,9 detik. Angka tersebut setara dengan banyak mobil sport bermesin bensin yang harganya jauh lebih mahal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina.com