INDOZONE.ID - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) resmi memasukkan BYD ke dalam daftar perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan militer China.
Nama BYD muncul dalam pembaruan daftar Section 1260H Pentagon yang diumumkan pada Juni 2026 bersama sejumlah perusahaan teknologi dan industri besar asal China lainnya.
Meski sering disebut sebagai "daftar hitam", pencantuman BYD dalam daftar ini tidak berarti perusahaan tersebut langsung dikenai sanksi atau dilarang beroperasi di AS.
Namun, status tersebut dapat memengaruhi peluang bisnis dan kerja sama mereka dengan pemerintah maupun perusahaan Amerika di masa depan.
Baca juga: BYD Munculin Foto Sedan Terbaru dan Andalannya Great Han
Kenapa BYD Masuk Daftar Pentagon?
Melansir Car News China, menurut dokumen Departemen Pertahanan AS, BYD dinilai memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China (SASAC).
Pentagon juga menyebut BYD sebagai "kontributor fusi militer-sipil" karena hubungannya dengan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Fusi militer-sipil atau Military-Civil Fusion (MCF) adalah strategi pemerintah China, yang mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi sektor sipil untuk mendukung kebutuhan militer negara tersebut.
Selain hubungan kelembagaan, Pentagon menilai BYD memiliki afiliasi dengan kawasan industri yang terkait program tersebut.
Status Daftar Hitam Bukan Sanksi
Masuknya BYD ke daftar Section 1260H tidak otomatis memicu hukuman ekonomi.
Daftar ini berbeda dari daftar sanksi Departemen Keuangan AS maupun Entity List milik Departemen Perdagangan AS.
Perusahaan yang tercantum masih bisa beroperasi dan menjalankan bisnis di Amerika Serikat.
Namun, status tersebut dapat meningkatkan risiko hukum, reputasi, serta memperumit akses ke kontrak pemerintah dan rantai pasok yang berkaitan dengan sektor pertahanan.
Perusahaan yang masuk daftar juga memiliki hak untuk mengajukan keberatan dan meminta namanya dihapus dari daftar Pentagon.
BYD Tetap Beroperasi di Amerika
BYD bukan pemain baru di pasar Amerika Serikat.
Perusahaan ini telah membangun pabrik bus listrik di Lancaster, California sejak 2013. Produksi dimulai setahun kemudian dan fasilitas tersebut terus berkembang hingga memiliki luas lebih dari 500.000 kaki persegi.
Situasi ini menunjukkan hubungan bisnis antara perusahaan teknologi China dan AS semakin rumit. Di satu sisi ada investasi dan aktivitas industri, di sisi lain ada kekhawatiran keamanan nasional yang terus meningkat.
Bukan Cuma BYD
BYD bukan satu-satunya perusahaan yang masuk daftar terbaru Pentagon.
Produsen mobil listrik Nio juga ikut dicantumkan dengan alasan serupa terkait dugaan hubungan dengan SASAC dan MIIT.
Selain itu, ada produsen baterai CALB dan EVE Energy, perusahaan lidar Hesai serta RoboSense, hingga perusahaan robotika Unitree.
Daftar tersebut juga mencakup sejumlah raksasa teknologi China seperti Alibaba, Baidu, BOE, TP-Link, JA Solar, Trina Solar, CXMT, YMTC, dan perusahaan bioteknologi WuXi AppTec.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Car News China