Ilustrasi mobil hybrid. (Dok. Magnify)
INDOZONE.ID - Mobil hybrid semakin sering terlihat di jalanan Indonesia.
Apalagi, di tengah harga BBM yang naik turun dan tren kendaraan elektrifikasi, mobil hybrid menjadi pilihan yang menarik karena menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk menekan konsumsi bahan bakar.
Tapi apakah mobil hybrid benar-benar lebih menguntungkan dibanding mobil biasa?
Sebelum memutuskan, ada baiknya memahami dulu bagaimana teknologi hybrid bekerja dan apa saja perbedaannya dengan mobil bermesin bensin biasa.
Baca juga: Data Penjualan Mobil Terlaris April 2026: Dominasi MPV dan LCGC, Mobil Hybrid hingga EV Mulai Naik
Melansir laman Suzuki Indonesia, mobil hybrid adalah kendaraan yang menggunakan dua sumber tenaga sekaligus, yakni mesin bensin dan motor listrik.
Gampangnya sih, teknologi ini menjadi jembatan antara mobil konvensional dan mobil listrik murni.
Pengemudi tetap mengisi bensin seperti biasa, tetapi kendaraan juga memanfaatkan tenaga listrik untuk membantu menggerakkan roda.
Oleh karena itu, konsumsi bahan bakarnya cenderung lebih efisien, terutama saat digunakan di dalam kota yang sering diwarnai kemacetan.
Baca juga: Jetour T1 Hybrid Meluncur, Klaim Tembus 1.200 Km
Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah sistemnya bekerja secara otomatis.
Pengemudi tidak perlu repot memilih kapan harus menggunakan bensin atau listrik.
Saat kendaraan melaju pelan atau terjebak macet, motor listrik biasanya mengambil peran lebih besar. Ketika dibutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan ikut bekerja.
Ada juga teknologi regenerative braking. Sistem ini mengubah energi saat pengereman menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia