Ilustrasi servis suspensi mobil. (Freepik)
INDOZONE.ID - Suspensi mobil bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal keamanan. Komponen ini bekerja menyerap getaran, menjaga stabilitas, hingga menopang body mobil.
Kalau kondisinya terganggu, efeknya bisa bikin mobil limbung, ban cepat aus, bahkan membahayakan saat berkendara.
Jadi suspensi apa sih? Gampangnya, suspensi adalah sistem yang terdiri dari pegas dan shock absorber (peredam kejut). Tugasnya meredam guncangan jalan, menjaga keseimbangan, serta membuat mobil tetap stabil saat bermanuver.
Beberapa mobil juga dilengkapi komponen tambahan untuk meningkatkan kenyamanan, seperti link stabilizer atau bushing karet di kaki-kaki mobil.
Auto2000 layanan bengkel resmi Toyota menjabarkan ada beberapa fungsi suspensi untuk mobil kamu:
Kalau mobil terasa terlalu lama kembali stabil setelah melewati tikungan, kemungkinan shock absorber sudah lemah. Kondisi ini bisa bikin kontrol mobil berkurang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Bunyi aneh atau berisik saat mobil melaju biasanya datang dari suspensi yang aus atau rusak.
Coba parkir di permukaan rata. Kalau jarak antara ban dan sepatbor berbeda di tiap sisi, artinya ada suspensi yang bermasalah.
Kebocoran oli membuat peredam kejut tidak bisa bekerja maksimal. Solusinya biasanya mengganti shock absorber dengan yang baru.
Kalau ban terlihat aus bergelombang, itu tanda suspensi tidak optimal. Artinya gangguan sudah cukup lama terjadi.
Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi. Kalau kurang atau berlebih, suspensi akan bekerja lebih keras dari seharusnya.
Periksa sokbreker, per, karet pelindung, dan komponen kaki-kaki lainnya. Kebocoran atau karat bisa bikin strukturnya melemah.
Jangan bawa muatan melebihi batas. Suspensi punya kapasitas maksimal, dan kalau dipaksa bisa merusak shockbreaker bahkan mengganggu kendali mobil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000