Yamaha Aerox Alpha Turbo Ultimate (Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Yamaha Aerox 155 selalu jadi motor matic favorit buat banyak orang, terutama bagi yang pengin motor bertenaga tapi tetap praktis buat harian.
Tapi meski performanya oke, mesin Aerox 155 juga butuh perawatan rutin supaya tetap awet dan nggak sering muncul kode-kode peringatan di panel digital.
Kalau kamu pengguna Aerox 155 terbaru, penting banget untuk memahami cara merawat mesinnya dengan benar.
Berikut 5 cara merawat mesin Yamaha Aerox 155 terbaru supaya awet, performa tetap optimal, dan nggak muncul kode-kode error yang bikin panik.
Ilustrasi servis motor. (Yamaha Indonesia)
Oli adalah nyawa mesin. Yamaha menyarankan untuk mengganti oli mesin Aerox 155 setiap 4.000 km atau 3–4 bulan sekali, tergantung kondisi pemakaian.
Pakai oli yang sesuai spesifikasi Yamalube 10W-40 atau rekomendasi pabrikan, karena oli yang tepat menjaga komponen mesin tetap licin dan mencegah gesekan berlebih.
Kalau oli jarang diganti, selain performa menurun, sensor ECU bisa mendeteksi tekanan oli rendah, yang bisa memunculkan kode error di panel digital. Jadi, rutin ganti oli adalah langkah pertama supaya mesin tetap sehat.
Bentuk filter udara Ferrox untuk Ninja 250 4-Silinder. (Dok. Ferrox)
Filter udara Aerox 155 punya peran penting dalam menjaga campuran udara-bahan bakar tetap ideal. Filter kotor bisa bikin mesin “sesak”, akselerasi tersendat, dan kadang muncul kode error.
Baca juga: 5 Fitur Yamaha Aerox Alpha Turbo yang Bikin Pengalaman Berkendara Makin Seru, Worth It Banget!
Sebaiknya, cek filter udara setiap 4.000–6.000 km. Kalau kotor, bersihkan pakai udara bertekanan atau air bersih, lalu keringkan sebelum dipasang lagi. Hindari pakai air sabun yang bisa merusak serat filter.
Filter bersih = mesin lebih efisien + kode-kode error jarang muncul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha Indonesia