INDOZONE.ID - Bagi pemilik kendaraan bermesin diesel, performa mesin yang tangguh dan efisiensi bahan bakar adalah daya tarik utama. Namun, di tengah keunggulan tersebut, terdapat ancaman teknis yang paling ditakuti yaitu Diesel Runaway.
Ini adalah situasi di mana putaran mesin (RPM) melonjak drastis, meraung tanpa kontrol, dan yang paling mengkhawatirkan, mesin gagal dimatikan meski kunci kontak sudah dicabut.
Kali ini, Indozone akan mengupas tuntas apa yang menyebabkan fenomena horor ini terjadi pada mobil diesel kamu. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!
Secara teknis, Diesel Runaway adalah kondisi over-speeding mesin yang diakibatkan oleh suplai bahan bakar tak terkontrol dari sumber eksternal.
Mesin diesel dirancang untuk membakar bahan bakar (solar) yang disuntikkan ke udara panas terkompresi.
Ketika runaway terjadi, mesin menghisap "bahan bakar" tambahan yang biasanya berupa oli mesin melalui saluran udara masuk (intake manifold).
Baca juga: 5 Keuntungan Mobil Diesel Terbaru pakai Solar Berkualitas yang Harus Kamu Tahu: Mesin Lebih Halus!
Sumber energi yang tidak terkendali inilah yang menyebabkan pembakaran berlebihan, putaran mesin melambung tinggi, dan mesin tidak merespons perintah untuk mati.
Fenomena ini umumnya disebabkan oleh kegagalan pada sistem pasokan bahan bakar, baik solar maupun oli mesin yang masuk ke ruang bakar.
Nah, berikut ini penyebab diesel runaway yang harus kamu pahami:
Ini adalah penyebab diesel runaway paling utama, di mana turbo berfungsi meningkatkan tekanan udara ke ruang bakar agar mesin menghasilkan tenaga lebih besar.
Tapi, turbo juga dilumasi oleh oli mesin agar komponennya tetap licin dan tidak cepat aus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000, Auto 2000