Mitsubishi Destinator edisi 55 perjalan Mitsubishi di Indonesia. (Dok. Mitsubishi Motors Indonesia)
INDOZONE.ID - Kehadiran Mitsubishi Destinator di pasar otomotif Indonesia pada April 2026 sebagai SUV tangguh yang siap melibas berbagai medan tentu memicu pertanyaan krusial bagi para pemiliknya, apakah mobil ini aman jika diisi dengan bahan bakar jenis Pertalite (RON 90)?
Mengingat fluktuasi harga bahan bakar non-subsidi, godaan untuk beralih ke oktan yang lebih rendah sering kali muncul. Namun, memahami kebutuhan teknis mesin modern Mitsubishi sangatlah penting agar performa kendaraan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Mesin yang digunakan pada lini terbaru Mitsubishi ini telah dirancang dengan standar emisi yang ketat dan rasio kompresi yang dioptimalkan untuk performa maksimal. Berikut adalah jawaban penting mengenai penggunaan Pertalite pada Mitsubishi Destinator yang harus kamu pahami.
Tampilan mesin Mitsubishi Destinator terbaru. (https://www.mitsubishi-motors.co.id/)
Mitsubishi Destinator dibekali dengan mesin generasi terbaru yang mengedepankan efisiensi pembakaran tinggi. Berdasarkan buku manual dan rekomendasi resmi pabrikan, mobil ini dirancang untuk bekerja optimal dengan bahan bakar minimal RON 92 (setara Pertamax).
Penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai sangat diperlukan agar waktu pengapian dalam ruang bakar terjadi tepat pada waktunya, sehingga energi yang dihasilkan bisa maksimal tanpa membuang percikan api yang sia-sia.
Baca juga: Mitsubishi Destinator 55th Anniversarry Edition Hadir di IIMS 2026, Apa Bedanya?
Jika kamu memaksakan mengisi Destinator dengan Pertalite (RON 90), maka sistem sensor pada mesin akan mendeteksi adanya penurunan kualitas bahan bakar.
Hal ini memaksa komputer mobil (ECU) untuk menyesuaikan waktu pengapian guna mencegah kerusakan, namun kompensasinya adalah penurunan tenaga yang cukup terasa dan konsumsi bahan bakar yang justru menjadi lebih boros karena mesin bekerja ekstra keras.
Salah satu risiko utama yang menghantui jika kamu rutin mengisi Pertalite pada Mitsubishi Destinator adalah munculnya gejala knocking atau suara ngelitik pada mesin.
Fenomena ini terjadi ketika bahan bakar terbakar secara prematur sebelum piston mencapai posisi yang tepat. Dalam jangka panjang, ledakan-ledakan kecil yang tidak beraturan ini dapat merusak permukaan piston, dinding silinder, hingga memperpendek usia pakai busi.
Selain kerusakan mekanis, penggunaan bahan bakar oktan rendah pada mesin kompresi tinggi juga berpotensi menyebabkan penumpukan kerak karbon di saluran intake dan ruang bakar.
Kerak ini akan menyumbat aliran udara dan bahan bakar, yang pada akhirnya membuat tarikan mobil terasa berat dan suara mesin menjadi lebih kasar saat kamu berakselerasi di jalan menanjak atau saat membawa beban penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitsubishi Motors