Ilustrasi CVT motor matic. (Dok. AHM.)
INDOZONE.ID - Menarik gas sambil mengerem di tanjakan adalah kebiasaan yang diam-diam merusak CVT motor matic.
Gesekan paksa antara kampas ganda dan mangkok kopling bisa memperpendek usia transmisi, bahkan memicu kerusakan permanen hanya dalam hitungan minggu.
Saat terjebak macet di tanjakan, banyak pengendara motor matic refleks menahan rem sambil tetap buka gas sedikit, mirip teknik setengah kopling di motor manual.
Secara logika terasa masuk akal. Tapi cara kerja CVT sangat berbeda.
Baca juga: 3 Kebiasaan yang Bikin Motor Matic Boros Bensin
Pada motor matic, saat gas dibuka, gaya sentrifugal membuat kampas ganda mekar dan menekan mangkok kopling untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang.
Ketika rem ditahan bersamaan, roda dipaksa diam sementara kampas terus berusaha mencengkram.
Baca juga: 5 Perawatan Motor Listrik setelah Hujan Deras yang Perlu Dilakukan, Bikin Awet!
Hasilnya gesekan paksa yang intens tanpa cengkraman sempurna.
Hal tersebut bukan sekadar mempercepat keausan. Dalam kondisi ekstrem, kampas yang slip total bisa membuat motor tiba-tiba meluncur tak terkendali.
Ilustrasi touring menggunakan motor matic. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Gesekan berulang membuat permukaan kampas mengeras seperti kaca atau habis tidak merata. Istilah teknisnya glazing. Sekali glazing, performa cengkraman tidak akan pernah kembali normal tanpa penggantian komponen.
Panas yang dihasilkan dari gesekan ekstrem terperangkap di dalam bak CVT yang tertutup.
Mangkok kopling bisa memuai dan berubah bentuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda