Ilustrasi Knalpot Racing. (Indozone/Bima Febrianto)
INDOZONE.ID - Mengganti knalpot motor matic dengan model racing atau aftermarket memang sering dianggap sebagai cara mudah untuk membuat tampilan motor jadi lebih keren dan suara lebih garang.
Tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa knalpot racing bisa meningkatkan performa mesin. Tapi sebelum kamu ikut-ikutan tren ini, ada baiknya kamu memahami dulu risikonya.
Faktanya, mengganti knalpot standar bawaan pabrik dengan knalpot modifikasi tidak selalu menguntungkan. Berikut ini adalah 5 kekurangan ganti knalpot motor matic yang harus kamu pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan untuk memodifikasi.
Tilang manual kembali diberlakukan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Salah satu efek paling jelas dari penggunaan knalpot racing adalah suara yang jauh lebih keras dibandingkan knalpot standar.
Meskipun sebagian orang menyukai suara bising ini karena kesan sporty, kenyataannya tidak semua orang merasa nyaman.
Selain bisa mengganggu pengendara lain dan warga sekitar, knalpot bising juga melanggar aturan lalu lintas di banyak daerah.
Motor dengan knalpot tidak standar berisiko ditilang jika melebihi ambang batas kebisingan yang ditentukan oleh peraturan.
Tidak banyak yang tahu bahwa mengganti knalpot bisa berdampak pada konsumsi bahan bakar.
Knalpot racing biasanya dirancang untuk mengalirkan gas buang dengan lebih cepat, yang kadang membuat mesin bekerja lebih agresif dan putaran gas lebih tinggi.
Baca Juga: Kenapa Knalpot Motor Matic Ngebul Asap Putih? Simak Penyebab yang Harus Kamu Ketahui!
Akibatnya, sistem pembakaran jadi tidak seefisien knalpot standar, dan kamu bisa mengalami penggunaan bensin yang lebih boros, apalagi jika tidak dilakukan penyetelan ulang pada sistem bahan bakar atau ECU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://astraotoshop.com/