Senin, 07 JULI 2025 • 16:40 WIB

5 Penyebab Mobil Brebet Saat Digas yang Sering Dialami beserta Solusinya, Wajib Kamu Pahami!

Author

Kenali 5 Tanda Mobil Butuh Servis. (ANTARA/ Sizuka)

INDOZONE.ID - Kondisi mobil brebet saat digas tentu bikin tidak nyaman, apalagi jika terjadi saat berkendara di tengah kemacetan atau saat butuh akselerasi cepat.

Brebet ini biasanya muncul ketika mesin tersendat atau kehilangan tenaga sejenak saat pedal gas diinjak.

Gejalanya bisa terasa halus atau bahkan cukup parah, tergantung seberapa besar masalah yang terjadi pada sistem mesin atau komponen pendukungnya.

Nah, buat kamu yang sering mengalami mobil terasa brebet saat digas, berikut ini adalah 5 penyebab umum yang sering terjadi lengkap dengan solusi praktisnya. Wajib banget kamu pahami supaya tahu langkah apa yang harus dilakukan!

Kenapa Mobil Brebet Saat Digas? Ini Penyebab dan Solusinya!

1. Busi Sudah Tidak Optimal

Ilustrasi busi. (Indozone/WK)

Busi adalah salah satu komponen penting dalam sistem pembakaran mesin. Jika busi sudah aus, kotor, atau celah elektrodanya melebar, proses pembakaran jadi tidak sempurna. Akibatnya, tenaga mesin bisa tersendat saat kamu menekan pedal gas.

Solusinya, lakukan pengecekan busi secara rutin dan ganti jika sudah menunjukkan tanda aus atau menghitam. Idealnya, busi diganti setiap 20.000–30.000 km, tergantung jenis dan kondisi pemakaian.

2. Filter Udara Kotor

Ilustrasi Perawatan Filter Udara Mobil

Filter udara yang terlalu kotor akan menghambat aliran udara ke ruang pembakaran. Campuran udara dan bahan bakar pun jadi tidak ideal, dan ini bisa menyebabkan gejala brebet saat digas. 

Baca juga: Simak, Ini 6 Manfaat Merawat Filter Udara Mobil yang Harus Kamu Ketahui!

Kalau kamu sering melewati area berdebu atau polusi tinggi, filter udara bisa cepat kotor. Bersihkan filter udara secara rutin, dan ganti jika sudah tidak bisa dibersihkan lagi. Penggantian filter biasanya dilakukan tiap 10.000–15.000 km.

3. Injektor atau Karburator Tersumbat

Ilustrasi Karburator Motor Kotor

Baik mobil injeksi maupun karburator bisa mengalami brebet kalau aliran bahan bakarnya terganggu. Injektor yang kotor atau karburator yang tersumbat bisa menyebabkan semprotan bahan bakar tidak merata ke ruang bakar, membuat mesin kehilangan tenaga.

Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Penyebab AC Mobil Bau Apek yang Bisa Kamu Identifikasi dengan Mudah!

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa melakukan servis injektor di bengkel resmi atau pembersihan karburator secara berkala. Penggunaan bahan bakar berkualitas juga bisa mencegah endapan kotoran di sistem bahan bakar.

4. Sensor Mesin Bermasalah

Kenali 5 Tanda Mobil Butuh Servis. (ANTARA/ Sizuka)

Mobil modern menggunakan berbagai sensor untuk mengatur kinerja mesin, seperti sensor MAF (Mass Air Flow), TPS (Throttle Position Sensor), atau O2 Sensor. Kalau salah satu sensor ini rusak atau membaca data yang salah, sistem ECU bisa mengatur campuran bahan bakar dan udara secara keliru.

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Rack Steer Mobil Rusak dan Perlu Segera Diperbaiki agar Perjalanan Kembali Nyaman

Hasilnya, mesin bisa tersendat atau brebet saat digas. Solusinya, lakukan scanning ECU di bengkel untuk mendeteksi error sensor, lalu bersihkan atau ganti sensor yang bermasalah.

5. Bahan Bakar Tidak Sesuai atau Kotor

Ilustrasi pengisian BBM (Freepik/jcomp)

Mengisi bahan bakar dengan oktan rendah atau bahan bakar yang tercampur kotoran juga bisa jadi penyebab mesin brebet. Mesin modern umumnya dirancang untuk bahan bakar dengan oktan tertentu agar pembakaran berjalan sempurna.

Kalau kamu sering menggunakan BBM di bawah rekomendasi pabrikan atau dari tempat yang kualitasnya diragukan, risiko brebet bisa meningkat.

Baca juga: Ini Jenis BBM Terbaik untuk Suzuki Fronx SGX Hybrid Terbaru 2025 yang Harus Kamu Perhatikan!

Sebaiknya gunakan bahan bakar sesuai standar kendaraan, dan sesekali tambahkan cairan pembersih injektor agar sistem tetap bersih.

Mobil brebet saat digas bisa disebabkan oleh banyak faktor, tapi mayoritas berasal dari masalah di sistem pembakaran, udara, bahan bakar, atau sensor. Untungnya, sebagian besar masalah ini bisa dicegah dan diatasi dengan perawatan rutin dan penggunaan komponen serta bahan bakar yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU