AC Mobil. (Indozone/Wilibrodus Kolo)
INDOZONE.ID - AC mobil merupakan salah satu fitur penting yang mendukung kenyamanan selama berkendara, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Sayangnya, tidak sedikit pemilik mobil yang mengeluhkan bau apek dari sistem AC, terutama setelah mobil lama diparkir atau AC jarang digunakan.
Sering kali bau tak sedap dari AC muncul secara tiba-tiba dan tidak langsung diketahui penyebabnya. Padahal, masalah ini bisa dicegah atau diatasi dengan perawatan yang tepat.
Jika dibiarkan, bukan hanya kenyamanan yang terganggu, tapi juga bisa memengaruhi kualitas udara dalam kabin dan kesehatan penumpang, terutama jika terdapat bakteri atau jamur di sistem AC.
Agar kamu tidak bingung saat menghadapi masalah ini, penting untuk mengenali apa saja yang bisa menyebabkan AC mobil berbau tidak sedap. Berikut ini adalah 5 penyebab AC mobil bau apek yang bisa kamu identifikasi dengan mudah dan cermat, lengkap dengan penjelasan dan tips sederhana untuk mengatasinya.
Filter AC Ferrox PM 2.5 dari Carbon Fiber (Indozone/Wilfridus Kolo)
Salah satu penyebab bau apek pada AC mobil adalah filter kabin yang kotor. Filter kabin berfungsi menyaring debu, kotoran, dan partikel lain dari udara sebelum masuk ke dalam sistem pendingin mobil.
Jika filter ini sudah lama tidak dibersihkan atau diganti, maka kotoran akan menumpuk dan memicu bau tidak sedap saat AC dinyalakan. Kamu bisa mengecek kondisi filter kabin sendiri, biasanya terletak di balik laci dashboard bagian depan.
Baca juga: Baru 2 Tahun, Tapi AC Mobil Sudah Nggak Dingin? Cek 3 Penyebab Umumnya
Jika terlihat berdebu, gelap, atau bahkan lembap, maka sudah saatnya diganti. Rekomendasi umum adalah mengganti filter kabin setiap 10.000–15.000 km atau lebih sering jika kamu berkendara di area berdebu atau kota besar dengan tingkat polusi tinggi.
Ilustrasi AC mobil sudah nggak dingin. (Freepik)
Evaporator merupakan komponen AC yang sangat rentan terhadap kelembapan. Ketika udara lembap melewati evaporator yang dingin, bisa terjadi kondensasi yang meninggalkan air di permukaan logamnya.
Jika air ini tidak cepat kering, maka akan menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri, yang kemudian menghasilkan bau apek. Kondisi ini umum terjadi pada mobil yang jarang dipakai atau sering menggunakan AC dalam mode resirkulasi tanpa sirkulasi udara segar dari luar.
Baca juga: Gerah di Jalan? Ini 5 Penyebab Sepele yang Bikin AC Mobil Nggak Dingin Lagi
Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan pembersihan evaporator secara berkala di bengkel AC terpercaya. Jangan lupa juga untuk menyalakan AC dalam mode udara luar beberapa menit sebelum mematikan mesin, agar sisa kelembapan bisa keluar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000