Dear Pemula, Ini 6 Cara Aman Merawat Mobil Hybrid yang Harus Kamu Pahami: Gak Jauh Sama Mobil Bensin!
INDOZONE.ID - Sekarang, semakin banyak orang yang mulai melirik mobil hybrid sebagai pilihan kendaraan masa kini. Alasannya jelas, yaitu karena hemat bahan bakar, lebih ramah lingkungan, dan tetap nyaman dikendarai.
Tapi, buat kamu yang baru pertama kali punya mobil hybrid, wajar kalau muncul pertanyaan, 'Perawatannya susah nggak, sih?'
Padahal, sebenarnya mobil hybrid memang punya sistem ganda, yaitu mesin bensin dan motor listrik tapi soal perawatan, sebenarnya nggak jauh beda dari mobil konvensional. Bahkan dalam beberapa hal, malah lebih simpel!
Supaya kamu nggak bingung, yuk simak 6 cara aman merawat mobil hybrid buat pemula yang wajib kamu pahami. Simak selengkapnya di bawah ini!
Tips Merawat Mobil Hybrid Supaya Awet dan Tahan Lama
1. Rutin Ganti Oli Mesin Sesuai Jadwal
Meskipun mobil hybrid sering menggunakan motor listrik saat kecepatan rendah, oli mesin tetap harus rutin diganti. Kenapa? Karena mesin bensin tetap menyala saat kecepatan tinggi, atau saat butuh tenaga ekstra.
Tapi kabar baiknya, karena mesin hybrid nggak bekerja sekeras mesin konvensional, interval pergantian olinya bisa lebih panjang. Meski begitu, kamu tetap harus mengikuti panduan di buku servis atau anjuran bengkel resmi.
2. Rawat Baterai Hybrid dengan Bijak
Baterai adalah 'jantung' dari sistem hybrid. Tenang, baterai hybrid modern punya daya tahan tinggi, bahkan bisa bertahan 8–10 tahun. Tapi tetap saja, kamu harus tahu cara merawatnya biar lebih awet.
Baca juga: Jadi Mobil Hybrid Pertama, Ini 5 Kelebihan Daihatsu Rocky Hybrid Terbaru 2025 yang Kamu Harus Tahu!
Apa yang perlu dilakukan?
- Hindari sering memarkir mobil terlalu lama tanpa digunakan
- Usahakan level baterai tetap dalam kisaran normal, jangan dibiarkan kosong total terlalu lama
- Gunakan mobil secara rutin, agar siklus pengisian baterai tetap aktif
3. Manfaatkan Sistem Regenerative Braking dengan Baik
Salah satu fitur unik di mobil hybrid adalah regenerative braking, yaitu sistem pengereman yang bisa mengubah energi saat mengerem menjadi daya untuk mengisi baterai.
Baca juga: Toyota Indonesia Akan Hadirkan Mobil Hybrid Terjangkau di Indonesia: Veloz atau Raize Hybrid?
Fitur ini nggak hanya hemat energi, namun juga bikin kampas rem lebih awet. Tapi jangan lupa, tetap lakukan pemeriksaan sistem pengereman secara berkala, untuk memastikan semuanya bekerja optimal.
4. Periksa Sistem Pendingin Baterai dan Mesin
Mobil hybrid biasanya punya sistem pendingin tambahan, untuk menjaga suhu baterai dan komponen listrik tetap stabil. Sistem ini penting banget, terutama kalau kamu tinggal di daerah dengan cuaca panas.
Baca juga: Direndam Air Laut 54 Jam, Baterai Chery Tiggo 8 CSH Tetap Berfungsi Normal dan Bisa Dijalankan!
Pastikan kipas pendingin, cairan radiator, dan filter udara bersih bekerja secara baik. Kalau ada tanda overheat atau indikator menyala di dashboard, jangan ditunda, jadi langsung saja periksa ke bengkel.
5. Gunakan Bengkel Resmi atau Teknisi yang Paham Teknologi Hybrid
Memang, belum semua bengkel umum punya teknisi yang paham sistem hybrid. Karena itu, sebaiknya kamu service mobil hybrid di bengkel resmi, atau yang sudah tersertifikasi menangani mobil hybrid.
Baca juga: Daihatsu Rocky Hybrid Laris Manis di GIIAS 2025: Jadi Mobil CBU Jepang yang Banyak Dinantikan!
Teknologi di dalam mobil hybrid cukup kompleks, terutama bagian listrik tegangan tinggi. Jadi, pastikan mobil kamu ditangani orang yang tepat, supaya aman dan nggak malah tambah masalah.
6. Selalu Update Software & Cek Sistem Elektronik
Karena mobil hybrid menggunakan banyak sistem elektronik dan kontrol pintar, kamu perlu cek software dan update-nya secara berkala. Biasanya update dilakukan di bengkel resmi atau saat servis rutin.
Baca juga: Santa Fe atau Palisade? Ini Bedanya 2 SUV Turbo Hybrid Jagoan Hyundai di GIIAS 2025
Selain itu, pastikan semua sistem elektronik (seperti mode berkendara, indikator baterai, sistem pengereman, dan dashboard digital) dalam kondisi baik.
Jangan abaikan notifikasi kecil di layar, karena itu bisa jadi sinyal awal dari masalah teknis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000