INDOZONE.ID - Busi adalah komponen kecil, tapi sangat penting dalam sistem pengapian motor.
Karena peranannya begitu vital, banyak orang sering memperbincangkannya hingga muncul mitos seputar busi motor yang masih dipercaya sampai sekarang.
Supaya tidak salah langkah, yuk pahami fakta dan mitos busi motor berikut ini!
Baca juga: 5 Efek Buruk Pakai Busi Palsu di Motor, Perlu Diperhatikan!
5 Mitos Umum tentang Busi Motor
1. Busi Panas Selalu Bikin Performa Motor Lebih Tinggi
Ada anggapan bahwa semakin tinggi nilai panas busi, performa motor akan meningkat. Padahal, tidak selalu begitu.
Penggunaan busi panas pada mesin yang tidak sesuai spesifikasinya, bisa memicu pre-ignition atau pembakaran sebelum waktunya.
Kondisi ini berisiko merusak piston dan komponen mesin lainnya. Selalu gunakan busi dengan tingkat panas yang sudah direkomendasikan pabrikan, bukan yang dianggap “lebih kuat”.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Busi Motor Harus Diganti yang Harus Kamu Perhatikan
2. Banyak Elektroda Berarti Percikan Lebih Bagus
Busi dengan dua hingga empat elektroda sering dianggap menghasilkan percikan lebih besar dan stabil. Faktanya, percikan api tetap terjadi hanya pada satu elektroda dengan jalur hambatan paling rendah.
Banyak elektroda memang membantu memperpanjang umur pakai, tapi tidak otomatis meningkatkan performa mesin. Material elektroda, seperti Iridium atau Platinum justru lebih berpengaruh terhadap kualitas pembakaran.
3. Busi Kotor Cukup Dibersihkan, Tidak Perlu Diganti
Saat busi berkerak dan motor tersendat, sebagian orang hanya membersihkannya lalu dipasang kembali. Ini sebenarnya hanya solusi sementara karena kerak menandakan ada masalah pada pembakaran.
Pembersihan berulang dengan amplas, dapat mengikis isolator busi dan mengubah celah elektroda. Ingat, busi memiliki batas usia pakai. Kalau sudah melewati masanya, lebih baik diganti agar motor tetap prima.
4. Semakin Keras Mengencangkan Busi, Makin Aman dari Kebocoran Kompresi
Mengencangkan busi melebihi batas torsi bisa membuat ulir kepala silinder rusak atau meretakkan bagian keramik busi. Akhirnya, justru bisa muncul kebocoran gas panas dan merusak mesin.
Cara terbaik adalah menggunakan kunci torsi atau mengikuti panduan pemasangan busi yang tertera pada kemasan.
5. Warna Ujung Busi jadi Acuan Utama untuk Membaca Campuran Bahan Bakar
Dulu, warna ujung busi sering digunakan untuk menganalisis pembakaran. Namun, pada motor modern dengan sistem injeksi elektronik dan sensor oksigen, metode ini tidak lagi 100 persen akurat.
Bahan bakar yang berbeda dan teknologi mesin terbaru membuat warna busi hanya menjadi salah satu faktor indikator kondisi mesin.
Untuk diagnosis yang tepat, gunakan alat scanner agar hasilnya objektif. Itulah berbagai fakta dan mitos busi motor yang perlu kamu ketahui supaya tidak terjebak informasi keliru.
Jadi, sebelum percaya dengan mitos umum tentang busi motor yang beredar di bengkel atau forum otomotif, pastikan kamu sudah mendapatkan sumber yang terpercaya dan sesuai rekomendasi pabrikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com