INDOZONE.ID - Pernahkah kamu sedang asyik berkendara di malam hari, lalu tiba-tiba cahaya di depan mobil terasa redup karena salah satu lampu utama mati?
Masalah bohlam lampu mobil yang putus memang terlihat sederhana, namun jika terjadi di saat yang tidak tepat, hal ini bisa sangat membahayakan keselamatan kamu dan pengguna jalan lainnya.
Di awal tahun 2026 ini, di mana penggunaan lampu mobil semakin intensif untuk fitur Daytime Running Light (DRL) maupun kebutuhan pencahayaan malam, mengenali penyebab kerusakannya sangatlah penting.
Agar kamu tidak sering bolak-balik ke bengkel hanya untuk mengganti lampu, simak 5 penyebab bohlam lampu mobil putus yang sering mengintai siapapun berikut ini.
Kenapa Bohlam Lampu Mobil Sering Putus? Ini Penyebab Utamanya
1. Menyentuh Kaca Bohlam dengan Tangan Kosong
Penyebab yang satu ini sering kali terjadi akibat ketidaktahuan saat melakukan pemasangan. Kaca pada bohlam lampu, terutama jenis halogen, sangat sensitif terhadap lemak atau minyak yang menempel dari sidik jari manusia.
Ketika lampu menyala dan menghasilkan panas tinggi, lemak yang menempel pada kaca tersebut akan menciptakan titik panas (hot spot) yang tidak merata.
Akibatnya, kaca bohlam bisa pecah atau filamen di dalamnya putus dalam waktu yang sangat singkat setelah dipasang.
2. Masalah pada Sistem Kelistrikan (Tegangan Berlebih)
Setiap bohlam lampu memiliki batas toleransi tegangan listrik yang sudah ditentukan, biasanya sekitar 12 hingga 14 volt.
Jika komponen pengatur tegangan atau alternator pada mobil kamu mengalami masalah (overcharge), maka arus listrik yang masuk ke lampu akan menjadi terlalu besar.
Baca juga: 5 Tips Modifikasi Lampu Kendaraan Supaya Tetap Aman dan Terhindar dari Kebakaran, Jangan Asal!
Tegangan yang berlebih ini akan membuat filamen lampu memanas secara ekstrem dan akhirnya putus. Jika kamu mendapati lampu mobil sering putus berkali-kali dalam waktu singkat, segera cek kondisi kesehatan alternator kamu.
3. Adanya Kebocoran atau Embun di Dalam Rumah Lampu
Kondisi rumah lampu (headlight housing) yang sudah tidak rapat atau retak, dapat menjadi jalan masuk bagi air dan kelembapan.
Saat air hujan atau uap air masuk dan mengenai bohlam yang sedang dalam kondisi panas, perubahan suhu yang drastis akan membuat kaca bohlam langsung retak atau pecah.
Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Mobil Saat Musim Hujan, Wajib Banget Kamu Perhatiin!
Selain itu, kelembapan di dalam rumah lampu juga bisa memicu korosi pada soket lampu yang menyebabkan aliran listrik menjadi tidak stabil dan merusak bohlam.
4. Getaran yang Terlalu Kuat pada Bodi Mobil
Filamen di dalam bohlam lampu sangatlah rapuh, terutama saat sedang menyala dan dalam suhu panas.
Jika dudukan lampu atau rumah lampu kamu kendur dan sering bergoyang, getaran yang dihasilkan saat mobil melewati jalanan rusak atau berlubang dapat memutus filamen tersebut secara mekanis.
Baca juga: 5 Penyebab Mobil Limbung yang Harus Kamu Pahami, Segera Benahi biar Makin Nyaman!
Pastikan baut pengikat rumah lampu selalu kencang dan soket lampu terpasang dengan kuat pada tempatnya, untuk meminimalisir getaran yang tidak perlu.
5. Kualitas Bohlam yang Rendah atau Tidak Original
Banyak pemilik mobil tergoda untuk membeli bohlam dengan harga yang sangat murah, tau yang mengklaim memiliki cahaya yang sangat terang namun tanpa merek yang jelas.
Baca juga: Mau Ganti Lampu Mobil ke LED? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pahami Supaya Lampunya Awet dan Aman
Bohlam dengan kualitas rendah sering kali memiliki konstruksi filamen yang tidak presisi dan bahan kaca yang tipis.
Akibatnya, lampu tersebut tidak akan bertahan lama menghadapi fluktuasi suhu dan tegangan pada mobil.
Selalu gunakan bohlam sesuai spesifikasi daya (Watt) yang dianjurkan pabrikan, agar kabel lampu tidak meleleh dan lampu lebih awet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000