INDOZONE.ID - Ban serep atau ban cadangan sering kali menjadi komponen yang terlupakan karena posisinya yang tersembunyi.
Padahal, di tahun 2026 yang penuh dengan mobilitas tinggi, ban serep adalah "penyelamat" utama saat kamu mengalami pecah ban di tengah perjalanan atau di area yang jauh dari bengkel.
Bayangkan betapa repotnya jika saat kondisi darurat, ban serep yang kamu keluarkan ternyata kempes atau karetnya sudah pecah-pecah.
Agar hal itu tidak terjadi, simak cara merawat ban serep mobil yang benar berikut ini!
Tips Merawat Ban Serep Mobil yang Aman supaya Tetap Awet
1. Jaga Tekanan Angin Tetap di Atas Standar
Banyak yang tidak tahu bahwa tekanan angin pada ban serep akan berkurang secara perlahan meskipun tidak digunakan, karena udara bisa keluar melalui pori-pori karet.
Oleh karena itu, kamu wajib memeriksa tekanan anginnya setidaknya sebulan sekali. Jadi, penting untuk selalu isi tekanan angin ban serep lebih tinggi dari ban utama.
Jika tekanan ban biasa adalah 30-32 Psi, isilah ban serep hingga 35-40 Psi (atau sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di pilar pintu driver). Untuk ban serep jenis space saver (ban donat), tekanannya bahkan bisa mencapai 60 Psi.
Tekanan lebih ini berfungsi sebagai cadangan, sehingga saat kamu membutuhkannya setelah berbulan-bulan disimpan, tekanannya masih cukup ideal untuk digunakan.
2. Rutin Membersihkan dan Melindungi Karet Ban
Jika ban serep kamu terletak di bawah kolong mobil, ia sangat rentan terkena cipratan lumpur, debu, dan air hujan yang bisa memicu karat pada velg atau membuat karet ban menjadi keras.
Biasakan untuk menurunkan dan mencuci ban serep secara berkala dengan air sabun, lalu keringkan sepenuhnya sebelum dipasang kembali.
Baca juga: Seberapa Penting Spooring Ban Mobil untuk Penggunaan Harian? Mending Simak daripada Boncos!
Untuk menjaga elastisitas karet agar tidak mudah getas (crack), kamu bisa memberikan semir ban secara rutin.
Selain itu, jika memungkinkan, gunakan cover ban serep untuk melindunginya dari paparan suhu panas dan kotoran ekstrem, terutama jika posisinya berada di luar bodi mobil.
3. Perhatikan Usia Pakai dan Lakukan Rotasi
Sama seperti ban utama, ban serep juga memiliki masa kedaluwarsa. Meskipun kembangannya masih tebal, karet ban yang sudah berusia lebih dari 5 hingga 10 tahun biasanya akan kehilangan kelenturannya dan menjadi sangat rapuh.
Kamu bisa mengecek kode produksi pada dinding ban (misalnya angka "1225" berarti diproduksi pada minggu ke-12 tahun 2025).
Baca juga: Ban Mobil Bocor di Jalan? Ini Langkah Aman yang Perlu Kamu Lakukan
Selain mengecek usia, jika ukuran ban serep kamu sama persis dengan ban utama (bukan ban donat), cobalah untuk melakukan rotasi ban. Masukkan ban serep ke dalam jadwal rotasi rutin setiap 5.000–10.000 km.
Hal ini bertujuan agar seluruh ban mengalami keausan yang merata dan karet ban serep tidak "mati" karena terlalu lama diam di satu posisi.
Merawat ban serep hanya membutuhkan waktu beberapa menit setiap bulannya, namun manfaatnya sangat besar saat kamu terjepit di situasi sulit.
Dengan tekanan angin yang pas, karet yang elastis, dan kondisi yang bersih, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang tanpa rasa khawatir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000