INDOZONE.ID - Setir model yoke merupakan setir mobil dengan model unik dan futuristik.Setir model ini tampil berbeda dari setir konvensional yang berbentuk lingkaran penuh. Setir model yoke berbentuk menyerupai kemudi pesawat terbang.
Meski terlihat futuristik dan modern, penggunaan setir model yoke justru menuai pro dan kontra. Bahkan, pemerintah China secara resmi melarang penggunaannya karena alasan keselamatan.
Lantas, apa sebenarnya setir model yoke, apa kelebihan dan kekurangannya, serta mengapa desain ini dianggap berisiko? Simak penjelasannya sebagai berikut.
Baca juga: 3 Alasan Setir Mobil Bergetar Saat Ngebut, Jangan Diabaikan!
Apa Itu Setir Model Yoke?
Setir model yoke adalah desain kemudi yang tidak lagi berbentuk lingkaran penuh. Bagian atasnya terpotong, sehingga membentuk huruf U atau T, mirip seperti kemudi pesawat atau mobil balap Formula 1.
Desain ini mulai populer setelah digunakan oleh Tesla pada model Model S dan Model X, serta Lexus pada beberapa kendaraan listriknya.
Pada Lexus, setir model yoke dipadukan dengan teknologi steer-by-wire, yaitu sistem kemudi elektronik tanpa sambungan mekanis langsung antara setir dan roda depan.
Secara tampilan, setir yoke memberikan kesan futuristik dan berbeda dari mobil lainnya.
Baca juga: Kenapa Setir Mobil Bunyi Saat Berbelok? Ternyata Ini 5 Penyebab yang Harus Kamu Pahami!
Kelebihan Setir Model Yoke
1. Visibilitas Lebih Baik
Karena bagian atas setir terbuka, pengemudi mendapatkan pandangan yang lebih luas ke jalan di depan. Tidak ada lagi lingkaran setir yang menghalangi di balik kemudi.
Keunggulan setir model yoke sangat terasa pada mobil dengan layar instrumen besar atau sistem head-up display.
2. Kabin Terlihat Lebih Modern dan Lapang
Desain bagian bawah yang terbuka memudahkan pengemudi masuk dan keluar kendaraan. Interior pun tampak lebih bersih dan minimalis, apalagi jika tombol-tombol kontrol sudah terintegrasi di setir.
Bagi penggemar teknologi dan desain masa depan, setir yoke menjadi daya tarik tersendiri.
Baca juga: 5 Bahaya Memutar Setir Mobil saat Parkir atau Berhenti Total, Waspada!
3. Efisiensi Ruang
Karena tidak berbentuk lingkaran penuh, ruang di sekitar kemudi terasa lebih lega. Ini sejalan dengan konsep desain kabin modern yang mengedepankan kesederhanaan dan efisiensi.
Kekurangan Setir Model Yoke
Di balik tampilannya yang futuristik, setir model yoke memiliki sejumlah kekurangan, terutama dari sisi ergonomi dan keselamatannya.
1. Butuh Adaptasi Lebih Lama
Pengemudi sudah terbiasa memutar setir bulat dengan teknik hand-over-hand saat berbelok tajam. Akan tetapi pada setir model yoke, teknik ini menjadi kurang nyaman karena tidak ada bagian atas setir untuk digenggam.
Akibatnya, gerakan tangan terasa berbeda dan manuver saat parkir atau putar balik menjadi lebih sulit.
Bagi sebagian orang, pengalaman ini justru terasa kurang.
2. Masalah Ergonomi
Setir model yoke ini dapat menyebabkan kelelahan tangan saat berkendara jarak jauh. Posisi genggaman yang terbatas pada sisi kiri dan kanan setir membuat variasi posisi tangan menjadi lebih sedikit dibandingkan setir konvensional.
Dalam situasi darurat atau manuver cepat, keterbatasan bentuk model ini dinilai berpotensi mengurangi kontrol.
Baca juga: 5 Cara Merawat Setir Mobil Kulit supaya Gak Gampang Ngelupas dan Lebih Terawat, Wajib Kamu Pahami!
3. Potensi Risiko Saat Kecelakaan
Isu keselamatan menjadi sorotan utama. Beberapa pihak menilai desain tanpa bagian atas dapat memengaruhi kinerja airbag, terutama jika airbag tidak mengembang sempurna dan tidak mendapat penopang optimal dari struktur setir.
Selain itu, bentuk dan tonjolan tertentu pada setir yoke juga dinilai berpotensi membuat aksesori seperti jam tangan atau gelang tersangkut.
Alasan China Melarang Setir Model Yoke
Berdasarkan laman MotorTrend (20/02/2026), pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) memutuskan untuk melarang penggunaan setir model yoke mulai 1 Januari 2027.
Alasan China melarang setir model yoke ini karena China memiliki standar keselamatan terkait energi benturan antara setir dan pengemudi dalam kecelakaan.
Regulasi tersebut mengatur batas gaya maksimal yang diterima tubuh pengemudi. Otoritas menilai desain yoke berpotensi tidak memenuhi standar tersebut secara konsisten, terutama dalam kondisi kecelakaan tertentu.
Baca juga: 4 Cara Efektif Mengatasi Setir Mobil Terkunci Tanpa Harus ke Bengkel
Selain itu, dalam beberapa desain yoke, airbag tidak mengembang dalam bentuk bulat sempurna. Tanpa bagian atas setir sebagai penopang, ada kekhawatiran kepala pengemudi tidak terlindungi secara optimal dan dapat menghantam kolom kemudi atau dasbor.
Lebih lanjut, regulasi baru di China menghapus pengecualian tertentu dalam pengujian keselamatan, sehingga semua model kendaraan wajib lulus uji benturan tanpa kompromi desain.
Keputusan ini menjadi pukulan bagi pabrikan yang memasarkan mobil dengan setir yoke di China, termasuk Tesla. Dampaknya bahkan dapat meluas ke pasar global karena banyak model dijual lintas negara.
Inovasi atau Terlalu Berisiko?
Setir model yoke memang menawarkan tampilan modern dan pengalaman berkendara yang berbeda. Dari sisi desain dan visibilitas, keunggulannya cukup jelas. Namun, dari sisi ergonomi dan keselamatan, masih terdapat perdebatan yang belum sepenuhnya selesai.
Baca juga: 10 Penyebab yang Bikin Setir Mobil Goyang? Kamu Harus Cek Sekarang
Larangan di China perihal setri model yoke ini menunjukkan bahwa inovasi otomotif tetap harus tunduk pada standar keselamatan yang ketat.
Pada akhirnya, desain secanggih apa pun tetap harus mengutamakan keamanan pengemudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MotorTrend, Icicilombard