Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 10:30 WIB

5 Cara Merawat Mobil 4x4 Supaya Performanya Terjaga dan Siap Offroad!

Author

Pajero Sport Dakar Ultimate 4x4 hadir dengan desain yang gagah dan mewah. (https://www.mitsubishi-motors.co.id/)
INDOZONE.ID
- Memiliki mobil berpenggerak empat roda (4x4) bukan hanya soal gaya, tapi soal kesiapan melibas medan ekstrem.

Namun, sistem penggerak yang lebih kompleks dibandingkan mobil biasa menuntut perhatian ekstra dalam hal perawatan. 

Jika diabaikan, komponen seperti transfer case atau differential bisa mengalami kerusakan fatal yang biayanya tidak sedikit.

Supaya mobil kesayanganmu tetap tangguh dan siap diajak "nyemplung" ke lumpur kapan saja, berikut adalah 5 cara merawat mobil 4x4 yang wajib kamu pahami.

Tips Merawat Mobil 4x4 Supaya Tetap Awet dan Terawat

1. Rutin Mengganti Oli Gardan dan Transfer Case

Ilustrasi ganti oli mobil. (Freepik)

Berbeda dengan mobil penggerak roda depan (FWD), mobil 4x4 memiliki komponen tambahan bernama transfer case dan dua buah gardan (depan dan belakang).

Komponen ini bekerja sangat berat saat kamu mengaktifkan mode 4H atau 4L di medan berat. 

Gesekan antar gir di dalamnya menghasilkan panas tinggi dan partikel gram besi. Langkah terbaik adalah melakukan penggantian oli gardan dan oli transfer case secara rutin sesuai buku manual, atau lebih sering jika mobil sering digunakan untuk off-road.

Oli yang segar memastikan pelumasan tetap optimal dan mencegah gir menjadi rontok saat sedang bekerja keras.

2. Aktifkan Mode 4x4 Secara Berkala

Tampilan Toyota Fortuner GR Sport 2.8 4x4 terbaru 2025. (https://www.toyota.astra.co.id/)

Banyak pemilik mobil 4x4 yang jarang menggunakan penggerak empat rodanya karena lebih sering berada di aspal kota. 

Masalahnya, jika sistem 4x4 tidak pernah diaktifkan dalam waktu lama, oli di dalam transfer case tidak akan bersirkulasi, dan aktuator pemindah gigi bisa menjadi macet atau "lengket" karena karat dan kotoran.

Baca juga: Segini Harga Toyota Fortuner 2.8 GR Sport TSS 4x4 Terbaru di Awal Tahun 2026, Siap Tampil Berwibawa!

Cobalah untuk mengaktifkan mode 4H atau 4L setidaknya sebulan sekali selama 5-10 menit. Lakukan ini di permukaan jalan yang tidak terlalu keras (seperti tanah atau rumput) agar sistem mekanisnya tetap terlumasi dengan baik, dan tidak kaku saat dibutuhkan dalam keadaan darurat.

3. Cek Kondisi Karet Boot As Roda (CV Joint)

Ilustrasi servis mobil. (Dok. Auto2000)

Mobil 4x4 sering kali terpapar material kasar seperti batu, ranting, dan lumpur yang bisa merobek karet pelindung as roda atau boot CV Joint.

Jika karet ini robek, pelumas (gemuk) di dalamnya akan keluar dan air serta pasir akan masuk ke dalam as roda.

Baca juga: 5 Rekomendasi Mobil 4x4 Terbaru yang Ada di Pasar Otomotif Indonesia, Siapa Jagoannya?

Pasir yang masuk ke as roda bertindak seperti amplas yang akan mengikis komponen logam dengan sangat cepat. Biasakan untuk mengecek kondisi karet-karet di area kaki-kaki setiap kali selesai mencuci mobil.

Jika terlihat ada rembesan oli atau retakan pada karet, segera ganti sebelum as roda kamu berbunyi dan harus diganti satu set.

4. Bersihkan Area Kolong Setelah Bermain Lumpur

Ilustrasi mencuci mobil. (dok. Freepik)

Lumpur yang mengering di kolong mobil bukan sekadar kotoran, tapi sumber masalah besar. Lumpur yang menempel di sasis, radiator, dan saluran rem dapat menyimpan kelembapan yang memicu karat.

Selain itu, lumpur yang masuk ke celah radiator bisa menyebabkan mesin cepat panas (overheat) karena aliran udara terhambat.

Baca juga: Mengulik Spesifikasi Chery J6T Terbaru yang Hadir Sebagai Varian Tertinggi dan Siap Dibawa Offroad!

Pastikan kamu melakukan cuci kolong secara menyeluruh setelah melakukan perjalanan ke medan tanah.

Semprotkan air bertekanan ke area-area tersembunyi, seperti sela-sela gardan dan dudukan suspensi agar sasis tetap awet serta tidak keropos dimakan usia.

5. Gunakan Ban dengan Ukuran dan Tekanan yang Tepat

Ilustrasi ban mobil. (Freepik)

Sistem penggerak 4x4 sangat sensitif terhadap perbedaan putaran roda. Menggunakan ban dengan ukuran yang berbeda antara depan dan belakang bisa merusak komponen differential karena adanya perbedaan kecepatan putar.

Selain itu, perhatikan tekanan angin ban sesuai medan yang dilewati. Saat di jalan aspal, pastikan tekanan ban berada pada angka standar pabrikan.

Baca juga: Daftar Lineup Mobil BAIC Terbaru yang Ada di Indonesia: Dari SUV Bergaya Stylish sampai Siap Offroad

Namun, saat berada di medan pasir atau lumpur yang sangat lembek, kamu boleh menurunkan sedikit tekanan angin untuk mendapatkan cengkeraman (traction) yang lebih luas, asalkan segera diisi kembali saat sudah kembali ke jalan keras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mitsubishi Motors

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU