Rabu, 18 MARET 2026 • 19:00 WIB

Jangan Dianggap Remeh! Ini Alasan Mesin Mobil Harus Dimatikan saat Isi Bensin

Author

Ilustrasi isi bensin motor. (freepik)

INDOZONE.ID - Mematikan mesin saat mengisi bensin adalah aturan keselamatan wajib yang sering kali diingatkan oleh petugas di lapangan. 

Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pengguna mobil yang tidak mengindahkan aturan tersebut. 

Perlu diingat bahwa mesin yang tetap menyala dapat menjadi sumber percikan api yang memicu kebakaran hebat di area SPBU. 

Simak ulasan berikut untuk mengetahui mengapa langkah sederhana ini sangat krusial bagi keselamatan kamu.

Baca juga: 5 Motor Matic Tangki Besar, Solusi Biar Gak Sering Antre di SPBU!

Alasan Teknis Mengapa Mesin Mobil Wajib Mati Saat Berada di SPBU?

Meski petugas SPBU tak henti-hentinya mengingatkan, aturan mematikan mesin saat mengisi bensin masih sering dilanggar. 

Banyak pengendara mobil yang merasa keberatan karena enggan mematikan AC demi kenyamanan pribadi, serta menganggap proses menyalakan mesin kembali sebagai hal yang merepotkan. 

Padahal, kesadaran untuk mematikan mesin adalah langkah preventif utama yang seharusnya dilakukan setiap kali tangki bahan bakar diisi.

Alasan utama keharusan mematikan mesin adalah untuk meminimalisir sumber panas yang dapat memicu api. Mesin yang tetap hidup akan menghasilkan listrik statis yang bertindak sebagai pemantik. 

Dalam teori segitiga api, pertemuan antara listrik statis ini dengan oksigen dan uap bensin yang menguap saat pengisian akan menciptakan reaksi pembakaran. 

Oleh karena itu, mematikan mesin secara total adalah langkah krusial untuk memastikan tidak ada percikan api yang muncul di sekitar nozzle bensin.

Cara Menghindari Percikan Api dari Listrik Statis saat Melakukan Pengisian Bahan Bakar

Penting untuk disadari bahwa mesin kendaraan bukan satu-satunya sumber listrik statis di SPBU. 

Pergerakan fisik manusia, seperti aktivitas keluar-masuk kabin saat pengisian BBM berlangsung, juga dapat memicu akumulasi muatan listrik. 

Ketika tubuh bergesekan dengan jok dan kemudian menyentuh bagian logam mobil, listrik statis yang tercipta dapat memicu percikan api jika bertemu dengan uap bensin di sekitar tangki. 

Meskipun probabilitasnya rendah, sangat disarankan bagi pengendara untuk tetap berada di luar mobil hingga proses pengisian tuntas demi meminimalisir risiko kebakaran yang tidak diinginkan.

Apakah Menyalakan Mesin saat Mengisi Bensin dan Keluar Masuk Mobil Ini Bisa Merusak Mobil?

Risiko utama dari membiarkan mesin tetap hidup saat pengisian BBM bukanlah kerusakan mekanis pada komponen mesin, melainkan potensi bahaya kebakaran akibat percikan api. 

Meski mesin tidak akan mengalami kegagalan fungsi yang fatal, kebiasaan ini dapat memicu aktifnya lampu indikator check engine

Sensor pada sistem emisi kendaraan akan mendeteksi adanya ketidakkonsistenan tekanan atau penguapan bensin yang berlebihan saat tangki terbuka dalam kondisi mesin aktif. 

Baca juga: Update Harga BBM Terbaru Bulan Desember 2025 yang Alami Kenaikan, SPBU Swasta Mulai Ready!

Jika lampu ini menyala terus-menerus, tentu akan sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi kamu saat berkendara.

Maka dapat disimpulkan bahwa mematikan mesin saat mengisi bensin bukan sekadar aturan teknis untuk menjaga performa mobil, melainkan protokol keselamatan untuk mencegah kebakaran. 

Walaupun gangguan teknis yang muncul mungkin hanya berupa indikator peringatan yang menyala, risiko ledakan akibat percikan listrik statis tetaplah ada dan berbahaya. 

Lebih baik mulai waspada dan melakukan antisipasi sejak dini daripada harus menyesali dampak buruk yang bisa terjadi akibat meremehkan langkah sederhana ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Honda Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU