INDOZONE.ID - Cara cek kesehatan aki mobil sendiri agar tidak mogok di jalan penting untuk diketahui oleh setiap pemilik kendaraan. Pasalnya, aki merupakan komponen utama yang menyuplai listrik untuk menyalakan mesin serta mendukung berbagai sistem elektronik mobil.
Jika kondisi aki menurun atau bahkan soak, mobil dapat sulit dinyalakan hingga berisiko mogok di tengah perjalanan.
Oleh karena itu, penting melakukan pengecekan secara mandiri agar masalah bisa terdeteksi lebih awal.
Baca juga: Aki Mobil Berapa Volt? Panduan Standar Tekanan Aki yang Normal
Cara Cek Kesehatan Aki Mobil Sendiri
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memastikan kondisi aki tetap prima:
1. Cek Indikator Warna pada Aki
Sebagian aki mobil dilengkapi indikator warna sebagai penanda kondisi. Warna biru menandakan aki masih baik, sedangkan merah menunjukkan aki mulai lemah atau bermasalah.
Jika indikator berwarna putih, bisa jadi cairan aki sudah berkurang drastis. Sementara warna hijau biasanya menunjukkan kondisi masih cukup baik, tetapi mulai mendekati masa pakai akhir.
Dengan melihat indikator ini, pemilik mobil bisa mengetahui kondisi aki tanpa alat tambahan.
2. Periksa Kerak Putih di Terminal Aki
Lakukan inspeksi visual pada bagian kutub positif dan negatif aki. Jika terdapat kerak putih, hal ini merupakan hasil oksidasi dari cairan aki.
Kerak ini tidak boleh dibiarkan karena dapat menghambat aliran listrik. Untuk membersihkannya, cukup gunakan sikat kering seperti sikat gigi bekas hingga terminal kembali bersih.
Baca juga: Mobil Listrik Ditinggal Mudik, Pakar Otomotif Sarankan Tak Lepas Aki
3. Cek Tegangan Aki dengan Voltmeter
Cara berikutnya adalah mengukur tegangan aki menggunakan voltmeter. Dalam kondisi mesin mati, tegangan aki yang normal berada di kisaran 12,4 hingga 12,6 volt.
Jika angka tegangan mulai turun mendekati 12 volt atau bahkan di bawahnya, hal ini bisa menjadi tanda bahwa aki mulai melemah.
Sementara saat mesin menyala, tegangan biasanya meningkat ke kisaran 13,5 hingga 14,5 volt karena adanya pengisian dari alternator.
4. Perhatikan Bunyi Starter Mesin
Tanda aki mulai lemah juga dapat dikenali dari suara starter. Jika mesin terasa berat saat dinyalakan atau suara starter melemah, kemungkinan aki tidak memiliki daya yang cukup.
Kondisi ini sering menjadi gejala awal sebelum aki benar-benar mati.
5. Cek Level Air Aki (Untuk Aki Basah)
Bagi pengguna aki basah, penting untuk memastikan volume air aki tetap dalam batas normal. Air aki berfungsi sebagai media reaksi kimia untuk menghasilkan listrik.
Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Jenis Air Aki Mobil yang Harus Disesuaikan dengan Spesifikasi Kendaraan!
Jika volumenya terlalu rendah, performa aki bisa menurun. Namun, pengisian harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak berlebihan.
Tanda-Tanda Aki Mobil Mulai Soak
Selain melakukan pengecekan, terdapat beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai, seperti mesin sulit dinyalakan, lampu kendaraan mulai redup, hingga muncul bau asam dari area aki. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa kondisi aki sudah tidak optimal.
Melakukan pengecekan aki mobil secara rutin adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah mobil mogok di jalan.
Baca juga: Mending Aki Kering atau Basah untuk Mobil LCGC? Simak 5 Penjelasan Lengkapnya di Sini!
Mulai dari melihat indikator warna, membersihkan kerak, hingga mengecek tegangan, semuanya bisa dilakukan sendiri di rumah.
Dengan memahami cara cek kesehatan aki mobil, pemilik kendaraan dapat lebih waspada dan mengambil tindakan sebelum terjadi masalah yang lebih serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000, Suzuki Indonesia