INDOZONE.ID - Ada tiga mitos perawatan motor matic yang sampai sekarang masih beredar luas dan dipercaya, padahal semuanya salah, bahkan sebagian berbahaya.
Mulai dari kebiasaan memanaskan mesin 15 menit, mengempeskan ban saat hujan, sampai ritual goyang motor di SPBU.
3 Kebiasaan atau Mitos Merawat Motor Matic yang Salah Kaprah
1. Panaskan Mesin 15 Menit Sebelum Jalan
Mitos ini warisan zaman motor karburator. Dulu, mesin memang butuh waktu lebih lama untuk melumasi komponen karena sistem olinya belum secanggih sekarang.
Namun, melansir laman Wahanan Honda, motor matic injeksi modern sudah dibekali teknologi yang membuat pompa oli bersirkulasi dalam hitungan detik setelah mesin menyala. Memanaskan mesin 1–2 menit sudah cukup.
Baca juga: Cara Aktifkan Alarm Honda Stylo 160 Pakai Remote Keyless
Baca juga: 3 Kebiasaan yang Bikin Motor Matic Boros Bensin
Membiarkan mesin idle 15 menit tanpa dijalankan justru kontraproduktif.
Kenapa? Karena mesin cepat panas, emisi terbuang sia-sia, dan bensin habis di garasi. Kamu bayar bensin buat jalan, bukan buat dipanaskan.
2. Kempesin Ban Motor saat Hujan Biar Nggak Licin
Ini yang paling berbahaya. Logikanya terdengar masuk akal, ban lebih kempes, permukaan napak lebih lebar, grip lebih besar.
Faktanya justru Kebalikannya. Ban motor matic punya alur (pattern) yang dirancang khusus untuk memecah dan membuang air dari permukaan jalan.
Saat tekanan ban dikurangi, profil ban jadi terlalu datar, alurnya merapat dan tidak bisa membuang air secara efektif.
Kondisi inilah yang memicu aquaplaning, yang, membuat ban mengambang di atas lapisan air, motor kehilangan daya cengkeram, dan risiko selip meningkat drastis.
Tekanan angin standar pabrikan biasanya tertera di stiker bawah jok. Tinggal ikuti angkanya mau hujan atau tidak.
Mitos ini kemungkinan besar muncul dari analogi ban mobil balap yang sengaja dikempesin di sirkuit kering untuk memperluas kontak. Tapi hal tersebut sama sekali berbeda dengan kondisi jalan basah harian.
3. Goyang Motor di SPBU Biar Tangki Penuh
Pemandangan ini hampir selalu ada di SPBU.
Seseorang menggoyang-goyangkan motornya ke kanan-kiri saat mengisi bensin, dengan keyakinan penuh bahwa udara di tangki akan keluar dan bensin bisa masuk lebih banyak.
Secara fisika, ini tidak ada dasarnya. Bensin adalah cairan, sifat dasar cairan adalah mengisi seluruh ruang wadahnya secara otomatis tanpa perlu dibantu guncangan.
Udara di dalam tangki juga terdorong keluar sendiri lewat lubang tangki saat bensin masuk.
Yang justru terjadi kalau motor digoyang keras: bensin bisa tumpah, dan bahan bakar yang tumpah di dekat sumber panas atau percikan statis adalah risiko kebakaran nyata.
Gampangnya, kamu biarkan petugas SPBU mengisi dengan tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda