INDOZONE.ID - Apa perbedaan spooring dan balancing? Secara teknis perbedaannya dapat dilihat dari fungsi dan proses pengerjaannya pada roda mobil.
Meski sama-sama berkaitan dengan kaki-kaki kendaraan, spooring dan balancing memiliki tujuan yang berbeda.
Spooring berfungsi untuk menyelaraskan posisi roda agar tetap lurus dan sejajar. Sementara balancing dilakukan untuk menyeimbangkan putaran roda dan ban agar tidak menimbulkan getaran saat mobil melaju.
Kedua perawatan ini penting dilakukan secara berkala karena berpengaruh terhadap kenyamanan, kestabilan, hingga usia ban mobil.
Untuk lebih lengkapnya berikut penjelasan mengenai spooring dan balancing.
Baca juga: Seberapa Penting Spooring Ban Mobil untuk Penggunaan Harian? Mending Simak daripada Boncos!
Apa Itu Spooring?
Spooring adalah proses penyetelan sudut roda mobil agar kembali sesuai dengan standar pabrikan.
Proses ini biasanya dilakukan ketika mobil terasa tidak stabil, setir condong ke satu sisi, atau ban aus tidak merata.
Dalam pengerjaannya, teknisi menggunakan alat computerized untuk mengatur sudut roda seperti camber, caster, dan toe agar posisi roda kembali simetris.
Dengan spooring, mobil menjadi lebih stabil saat berjalan lurus dan pengemudi tidak perlu terus mengoreksi arah setir.
Apa Itu Balancing?
Balancing merupakan proses menyeimbangkan bobot roda dan ban agar putarannya tetap stabil.
Jika roda tidak seimbang, biasanya akan muncul getaran pada setir atau kabin, terutama saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Proses balancing dilakukan menggunakan mesin khusus dengan menambahkan pemberat timah pada velg agar distribusi bobot roda menjadi merata.
Baca juga: 5 Keuntungan Spooring Balancing Ban Mobil yang Harus Dilakukan, Nyetir Jadi Lebih Aman!
Perawatan ini membantu roda berputar lebih halus sekaligus menjaga komponen suspensi dan ban tetap awet.
Perbedaan Spooring dan Balancing
- Fungsi Utama
Spooring fokus pada penyelarasan posisi roda agar mobil tetap stabil dan tidak menarik ke kiri atau kanan.
Sedangkan balancing bertujuan menjaga keseimbangan putaran roda agar tidak menimbulkan getaran. - Proses Pengerjaan
Spooring dilakukan dengan mengatur sudut roda menggunakan alat alignment modern.
Sementara balancing dilakukan dengan menambahkan pemberat pada velg untuk menyeimbangkan bobot roda. - Gejala Kerusakan
Mobil yang membutuhkan spooring biasanya menunjukkan gejala seperti setir miring, ban aus sebelah, atau mobil cenderung belok sendiri.
Sedangkan balancing lebih sering ditandai dengan getaran di setir atau kabin saat mobil melaju cepat.
Kapan Harus Melakukan Spooring dan Balancing?
Spooring dan balancing sebaiknya dilakukan setiap 10.000 hingga 15.000 kilometer atau sekitar 6 sampai 12 bulan sekali.
Akan tetapi, pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat jika mobil sering melewati jalan rusak, menghantam lubang, atau terasa tidak nyaman saat dikendarai.
Balancing disarankan dilakukan setiap kali mengganti ban baru agar putaran roda tetap seimbang.
Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini 5 Keuntungan Spooring Ban Mobil yang Harus Banget Kamu Lakukan Sebelum Liburan
Estimasi Biaya Spooring dan Balancing Mobil
Biaya spooring dan balancing cukup bervariasi tergantung jenis kendaraan dan bengkel yang dipilih.
Berikut estimasi biaya spooring dan balancing secara umum:
- Spooring mobil: sekitar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu
- Balancing: sekitar Rp20 ribu sampai Rp50 ribu per roda
Beberapa bengkel turut menyediakan paket spooring dan balancing dengan harga yang lebih hemat.
Manfaat Spooring dan Balancing
Melakukan spooring dan balancing secara rutin memiliki banyak manfaat bagi kendaraan.
Selain membuat setir lebih stabil, perawatan ini juga membantu menjaga usia ban lebih awet karena permukaan ban aus secara merata.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Mobil Harus Spooring yang Harus Kamu Perhatikan
Di sisi lain, komponen kaki-kaki dan suspensi mobil juga menjadi lebih tahan lama karena tidak menerima beban berlebih akibat roda yang tidak seimbang.
Tidak hanya soal kenyamanan, spooring dan balancing juga penting untuk keselamatan berkendara karena membantu menjaga kendali mobil tetap optimal di berbagai kondisi jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000